BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Sukses Hidup / Tebuslah Surga dengan Bercermin pada Para Sahabat Rasulullah saw

Tebuslah Surga dengan Bercermin pada Para Sahabat Rasulullah saw

5409_surga_dan_neraka_di_manusia

Kehidupan bukan tanpa ada yang merencanakan layaknya teori big bang yang berhamburan begitu saja untuk membuat jagat raya ini ada, tapi kehidupan penuh rambu dan ranjau dalam perjalanan nya menuju Sang Khaliq, kehidupan yang kekal.

Rasulullah dan para sahabat, mereka adalah orang-orang cemerlang yang mencurahkan ilmu, pemikiran, waktu, dan tenaga nya demi kehidupan yang kekal. Inilah bukti bahwa mereka yang telah dijanjikan surga oleh Allah SWT pun melakukan penebusan surga dengan apapun yang mereka miliki. Siti Khadijah menebusnya dengan menjadi patner terbaik sekaligus pendukung utama dakwah Rasulullah, Mus’ab bin Umair menebusnya dengan penaklukan kota Madinah untuk Islam, Abdurahman bin Auf menebusnya dengan memberikan hartanya untuk Islam, Abu Bakar Assidiq menebusnya dengan seluruh harta dan ketegasannya dalam memimpin umat, Nasaibah binti Kaab menebusnya dengan mengorbankan suami dan seluruh putranya di medan jihad, Hamzah menembusnya dengan syahid di medan jihad, Khalid bin Walid menebusnya dengan berbagai strategi peperangan, Muhammad Al-Fatih menebusnya dengan penaklukan konstatinopel, Imam Syafi’i menebusnya dengan menggali hukum Islam, Fatimah binti Muhammad menebusnya dengan kerja kerasnya membimbing anaknya.

Sejarah tersebut memperlihatkan bagaimana orang-orang (para sahabat) menghadapi kehidupan ini. Jika pemalas maka ia gagal, pekerja keras maka ia berhasil, penyabar maka ia disayang, pemaaf maka ia tenang, penolong maka ia baik, dan penipu maka ia buruk. Itulah kehidupan jika dilihat dengan kacamata dunia saja, sayang ternyata kehidupan tidak sampai disana.

“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya” (QS.Al-Muddatsir : 38)

Kehidupan pun menjadi fase pemilihan setiap langkah yang pasti ada konsekuensinya yaitu surga ataukah neraka, surga dan neraka yang tidak mungkin disatukan membuat manusia sang keturunan adam pun harus berhati-hati mengarungi hidup ini. Kuliah lah untuk bekerja, bekerjalah untuk mendapatkan uang, dengan uanglah manusia bahagia, tidak sampai disana yang harus manusia lakukan tapi untuk apa bekerja pastilah harus untuk meraih keridhoan Allah, kebahagiaan yang kekal.

“Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta benda mereka dengan (memberikan) Surga kepada mereka; mereka berperang dijalan Allah, maka mereka membunuh dan terbunuh, (demikian itu adalah) janji yang sebenarnya dari Allah di  dalam Taurat, Injil, dan Al Quran. Siapakah yang telah menepati janjinya selain Allah? Maka  bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan dengan-Nya, dan itulah kemenangan yang benar”. (QS 9:111).

Maha Suci Allah yang tidak pernah ingkar dengan janji-Nya, maka sudah saat nya kita merubah mind-set kita yang biasanya kuliah untuk bekerja menjadi kuliah untuk meraih keridhoan Allah dan surga-Nya, melakukan penebusan serupa dengan para sahabat Nabi, merencanakan dengan apa kita akan menebus surga tersebut karena sesungguhnya surga tidak gratis, berjualan beli lah dengan sang pemiliki segala, Allah SWT.

Wahai para pemuda jika Allah menjanjikan kembali Roma dan dunia ini untuk Islam, maka tebuslah surga dengan menjadi penakluknya, tebuslah dengan jiwa, harta, dan tenaga yang kita miliki. Ingatlah barang didunia tidak gratis, apalagi surga yang kekal pasti tidak gratis. Berkorbanlah untuk Islam dengan apapun.

Wallahu’alam

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Manajemen Diri

Oleh: Hafizhah Syifa’ (Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Surabaya) Apa yang Anda bayangkan apabila mendengar ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *