BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Tsaqofah / Syariah / Syariat Kok Pilih-pilih?

Syariat Kok Pilih-pilih?

Sudah menjadi tradisi tahunan rupanya, ketika bulan ramadhan telinga tidak bisa menghindar dari suara tadarus Alquran, begitupun hampir setiap masjid penuh jamaah sholat terawih, agenda kajian pun yang tadinya jarang-jarang ketika bulan ramadhan menjadi padat, belum lagi banyak orang berlomba-lomba dalam sedekah. Tapi sayangnya ketika bulan ramadhan berakhir, Alquran yang selalu dibaca ditinggalkan berdebu di rak-rak. Jangankan untuk mengaplikasikan apa yang dibaca, bahkan ingat saja tidak.

Rupanya kita telah lupa, bahwa kewajiban kita bukan saja membaca Qur’an, atau sekedar melaksanakan sholat, saum ramadhan, atau berhaji bagi yang mampu. Lebih dari itu, kita juga mempunyai kewajiban untuk menutup aurat secara sempurna, meninggalkan zina, meninggalkan riba, meninggalkan hukum yang bukan berasal dari Islam dan sebaliknya kita punya kewajiban melaksanakan semua perintah Allah secara keseluruhan.

Misalkan; Hukum puasa ramadhan sama wajibnya dengan hukum menutup aurat secara sempurna bagi laki-laki dan perempuan yang sudah balig. Tapi lihat, meski seharian penuh puasa menahan diri untuk tidak makan dan minum tapi masih banyak aurat yang terlihat di tempat-tempat umum.

Rupanya banyak dari kita yang masih ragu-ragu dengan perintah Allah yang lain. Begitu sombong diri kita sebagai manusia karena merasa bahwa keputusan kita lebih baik daripada apa yang sudah Allah putuskan dalam Alquran dan Hadist yang disampaikan RasulNya. Sehingga kita masih memilih-milih perintah dan larangan Allah, bukannya taat secara totalitas tapi hukum Allah dipilih berdasarkan keinginan kita.

Allah berfirman, “Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang beriman dan tidak (pula) perempuan mukmin, apabila Allah dan Rosulnya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan RosulNya maka sungguh dia telah sesat, sesat yang nyata”. (TQS: al Ahzab: 36)

Sahabatku, tentu kita tak ingin mendapat kesesatan baik di dunia apalagi di akhirat. Maka tugas kita hanya satu yaitu taat kepada Allah dan RasulNya dengan totalitas, baik kita suka atau tidak, baik itu ringan atau berat untuk dilaksanakan. Semoga bulan ramadhan adalah bulan hijrah kita dari jahiliyah menjadi muslim kaffah. Sehingga ketika bulan ramadhan berakhir, Islam dapat diterapkan dalam kehidupan kita secara totalitas. Aamiin

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Hukum Asuransi Syariah

Pertanyaan : Apa hukumnya asuransi syariah?Apakah memang sudah sesuai syariah? (Farid Ma’ruf, Bantul). Jawab : ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *