BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Sembilan Hal Yang Menghambat Seorang Pemuda Untuk Hijrah (2)

Sembilan Hal Yang Menghambat Seorang Pemuda Untuk Hijrah (2)

4. Merasa Umurnya Akan Panjang

Orang-orang yang merasa umurnya akan panjang sehingga menunda-nunda hijrahnya adalah orang-orang yang berangan-angan kosong. Angan-angan kosong mereka melalaikan mereka dari mengingat Allah dan mengingat kematian.

Kematian adalah hal yang pasti datang pada diri kita dan kematian itu sangat dekat dengan kita, baik tua maupun muda, baik sehat atau sakit, anak-anak ataupun remaja. Semuanya tanpa terkecuali diintai oleh kematian yang siap datang kapan saja dan dimana saja.

Orang yang paling cerdas adalah orang yang selalu mengingat mati dan bersiap untuk kematian tersebut. Kematian biasanya menjemput seseorang saat sedang melakukan kebiasaannya. Bila ia biasa maksiat maka sangat mungkin ia mati dalam keadaan maksiat. Bila ia biasa melakukan amal sholeh maka sangat mungkin ia mati dalam keadaan amal sholeh pula, begitupun kalau disibukan melakukan amalan mubah (tak berpahala, tak berdosa) maka sangat mungkin matinya saat melakukan amalan mubah.

Orang yang tidak berangan-anagn kosong adalah orang yang terus berlatih dan berlatih untuk membuat kebiasaan baru berupa amal shaleh dan juga berlatih serta berusaha meninggalkan kebiasaan lamanya yang penuh kemaksiatan. Ia tidak riya melakukan hal itu tapi

Tetapi karena mencari keridhaan Tuhannya yang Maha tinggi. dan kelak Dia benar-benar mendapat kepuasan (yang sempurna) (TQS al-Lail:20-21)

5. Tidak Ikhlas

Orang yang tidak ikhlas adalah orang yang terlalu memikirkan dan menimbang pujian serta celaan orang lain dan terlalu menimbang manfaat-manfaat duniawi yang sifatnya syahwat dan materi. Sejatinya orang seperti ini adalah orang yang tidak bebas merdeka dia terpenjara dalam penjara yang sangat menyesakkan yaitu penjara pandangan orang lain dan penjara syahwat dunia.

Orang yang ikhlas akan segera melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangannya tanpa memikirkan apa yang dikatakan orang lain padanya dan tanpa menimbang-nimbang manfaat duniawi yang akan datang padanya. dia melaksanakan perintah Allah semata-mata agar disukai oleh Allah, agar dekat kepada Allah, agar Allah mencintainya. Inilah orang-orang yang jiwa mereka bebas merdeka.

Hati yang ikhlas memang perlu dilatih secara terus menerus dan dijaga dengan sebaik-baiknya. Orang yang ikhlas akan mengikrarkan pada hatinya bahwa :

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (muslim)
(TQS al-An’aam :162-163)

6. Merasa Tidak Ada Masalah

Ini adalah salah satu pemikiran yang berbahaya pada diri manusia. Ketika ia merasa tidak ada masalah dalam dirinya dan hidupnya. Tak dapat dipungkiri orang yang berpikiran seperti ini akan semakin terpuruk kepribadiannya dan hidupnya walau mungkin perlahan tapi pasti.

Orang yang melihat dirinya serba kekurangan ia akan terus menerus mengupgrade dirinya melihat kedalam dirinya apa saja yang kurang dan bisa diperbaiki lalu sungguh-sungguh memperbaikinya. Dari sinilah ia akan tumbuh dan tumbuh semakin baik, tanpa merasa dirinya paling baik sedang orang lain lebih rendah darinya. Dia akan rendah hati tanpa merasa dirinya rendah. Dia akan terus menerus memperbaiki diri karena ia sadar bahwa :

Sesungguhnya mayoritas sunnah dan kebenaran bertentangan dengan pendapat pribadi
[Abu Az-Zinad dlm Muqadimmah al-Shaum karya Imam Bukhari]

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Ada apa dibalik Kisah Topi Kerucut?

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan yang telah dilakukan di dunia ini. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *