BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Download / Buletin / Ramadhan yang “Istimewa Banget” untuk Indonesia Lebih Baik

Ramadhan yang “Istimewa Banget” untuk Indonesia Lebih Baik

juni depan 2

“Marhaban Ya Ramadhan”, ya, itulah kata yang digunakan untuk menyambut bulan Ramadhan. Wah.. wah, sudah menyiapkan apa nih di bulan yang istimewa ini? Sepertinya sudah siap santap tempat-tempat strategis nih untuk “ngabuburit” (read: menunggu waktu buka puasa). Mulai dari berburu ta’jil atau dalam bahasa kerennya itu PPT alias para pencari ta’jil, ada juga yang peduli pada sesama dengan berbagi ta’jil, sampai mahasiswa yang rajin dengan aktivitas kuliahnya yaitu dengan mengikuti SP alias semester pendek, dan bagi yang tidak ikut biasanya berkumpul bersama keluarga di kampung halaman yang tentunya masih dengan segunung aktivitas terencana lainnya. Sip deh pokoknya! Tapi, apakah cukup sampai disitu? Tentunya sangat disayangkan jika kita memaknai Ramadhan hanya sebatas bulan istimewa saja tanpa tahu kalau sebenarnya bulan Ramadhan itu adalah bulan yang “istimewa banget”. Karenanya terlalu berharga jika dilewatkan tanpa tahu keutamaannya dan menjalankan aktivitas yang diutamakan itu.

Dari Abu Hurairah ra. ia berkata, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang berpuasa di Bulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan dengan mengharapkan ridha-Nya, maka diampunilah dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu.” (HR.Bukhari, an-Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad, dan Ibnu Hibban). Selain itu, keutamaan bulan Ramadhan yaitu sebagai bulan diturunkannya Al-qur’an, setan-setan dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup dan pintu-pintu surga dibuka, terdapat malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan, salah satu waktu dikabulkannya do’a, dan masih banyak lagi sehingga amal kebaikan sekecil apapun di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. MasyaAllah, sungguh Allah itu Maha Agung.

Rasulullah dan Para Sahabat Mengisi Ramadhan

Sahabat, jika kita tengok perjalanan Rasulullah saw sebagai suri tauladan kita dalam mengisi bulan Ramadhan, bulan yang penuh keistimewaan maka beliau beserta para sahabat menjadikan bulan ini sebagai bulan perjuangan. Rasulullah menjadikannya sebagai momentum terjadinya perang Badar yang bertepatan dengan hari ke 17 Ramadhan di tahun ke-2 H, kemudian perang Khandaq pada tahun ke-5 H, Fathul Mekkah (20 Ramadhan 8 H), perang Tabuk (Ramadhan 9 H), pada Ramadhan 10 H Rasul saw mengutus Ali bin Abi Thalib membawa surat dan menyampaikan dakwah ke Yaman khususnya kepada Bani Hamdan.

Begitupun setelah Rasulullah meninggal, para sahabat masih menjadikan Ramadhan sebagai momentum jihad untuk menegakan kalimat tauhid di muka bumi, pada Ramadhan 92 H Panglima Thariq bin Ziyad bersama armada tempurnya yang berjumlah 7000 pasukan menyeberangi selat Giblartar (Jabal Thariq) demi misi mulia melakukan penaklukan di Andalusia, Spanyol. Ramadhan tahun ke 129 H menjadi momen keberhasilan dan kemenangan dakwah Bani Abbas di Khurasan di bawah kepemimpinan Abu Muslim al-Khurasany, Ramadhan tahun ke 584 H Shalahuddin al-Ayubi memperoleh kemenangan besar atas pasukan Salib Eropa, Kemenangan itu mengakhiri cengkeraman kekuasaan pasukan Salib atas bumi Palestina, dan sejak saat itu, Palestina kembali ke pangkuan Islam. Benarlah bahwa Rasulullah beserta para sahabat menjadikan Ramadhan sebagai bulan perjuangan dengan jihad untuk memperluas wilayah Islam.

 buletin juni

Cara mengisi bulan Ramadhan yang “Istimewa banget”

Inilah hal yang seharusnya kita lakukan, yaitu meneladani perjuangan Rasul dan para sahabat, sebagaimana disampaikan dalam firman Allah swt : Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah”. (QS Al-Ahzab:21). Meneladani Rasulullah berarti bersegera mendapatkan posisi kemuliaan di hadapan Allah SWT, maka kita seharusnya bersegera menjadikan Ramadhan sebagai bulan perjuangan untuk memperbaiki segala aspek kehidupan termasuk kondisi Indonesia yang saat ini.

Kondisi Indonesia yang saat ini sedang mengalami keterpurukan dalam segala aspek mulai dari kemiskinan karena tidak mampu membeli kebutuhan yang harganya serba naik, pendidikan yang gagal mencetak generasi cemerlang, cengkraman para penguasa asing yang lebih banyak mengelola negeri ini sedangkan rakyat Indonesia sendiri hanya dijadikan sebagai pekerja untuk menyukseskan proyek mereka, kemudian kasus korupsi yang terjadi di kalangan pemerintahan semakin menjamur, kasus pelecehan seks yang merajalela-lah, kasus pembunuhan yang sudah seperti tak ada rasa belas kasihnya, dan serangkaian kasus-kasus lainnya.

Lihatlah, keterpurukan itu terlihat sistematis bagai sebuah lingakaran setan yang tidak pernah berakhir, ketika kita sentuh aspek pendidikan untuk diperbaiki, ekonomi yang mendukung pendidikan pun harus diperbaiki, begitupun ketika kita sentuh aspek sosial untuk diperbaiki, maka pendidikan yang mendukung sosial pun harus diperbaiki. Yah, keterpurukan yang terjadi karena adanya kesalahan manusia yang menerapkan sistem yang salah, (QS.Ar-Rum : 41). Penerapan sistem buatan manusia yaitu sistem sekularisme, liberalisme, dan kapitalisme lah yang membuat hal itu terjadi. Sistem yang membiarkan manusia diatur tidak sesuai fitrahnya, membiarkan manusia tidak menaati peraturan dari sang penciptanya, membiarkan manusia berada dalam kesombongan karena benar padahal salah, membiarkan manusia hidup dalam kebebasan yang tidak berstandar sehingga hawa nafwa yang diumbar.

Nah untuk memperbaiki Indonesia, Islam sebagai agama yang sempurna dan rahmatan lil alamin tidak akan membiarkan manusia berada dalam keterpurukan karena hadir dari Sang Pemilik jiwa dan raga manusia, Sang Pemilik alam semesta beserta isinya, Dia-lah yang mengetahui yang terbaik bagi manusia dan seluruh alam, maka Islam member solusi penuntasan keterpurukan Indonesia agar negeri ini lebih baik yaitu dengan membuang jauh sistem buatan manusia dan menerapkan sistem dari Allah SWT, Khilafah Islamiyyah.

Sahabat, penerapan sistem Khilafah bukanlah hal instan tapi perlu perjuangan dan pengorbanan. So bukan saatnya untuk kita acuh tak acuh dengan keadaan ini, But saatnya kita meraih berbagai keutamaan di bulan yang “istimewa banget” ini untuk menjadi yang utama dalam perjuangannya dengan memperbanyak mengkaji Islam secara menyeluruh, mendakwahkan pada penerapan syariah secara kaffah sehingga mampu melepaskan masyarakat Indonesia dari berbagai jeratan keterpurukan menuju perubahan hakiki untuk Indonesia yang lebih baik.

Wallahu a’lam bi Ash-shawab.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *