BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Akhir Zaman / Pertarungan Abadi

Pertarungan Abadi

haq or bathil“PERTARUNGAN ABADI”

oleh : Fadly Okta Pratama (Ketua Divisi Ar-Rijal KALAM UPI 2016)

Pertama kali mengenal Star Wars saat duduk di bangku sekolah dasar. Berawal dari bermain game Star Wars Battlefront di console Playstation 2. Lalu menyaksikan filmya yang ditayangkan oleh sebuah stasiun tv swasta secara beruntun setiap malam mulai episode I sampai episode VI. Terpenuhi sudah keinginan untuk mengikuti cerita Star Wars.

Inti cerita Star Wars berputar di sekitar pertarungan abadi antara sisi cahaya the force melawan sisi gelap the force. Pertarungan antara sisi cahaya melawan sisi gelap seolah tidak pernah berakhir. Galactic Republic vs Sith, Rebel vs Galactic Empire, hingga perang antara pemberontak melawan musuh baru yang muncul di episode VII yaitu First Order. Intinya sama, semua perang tersebut adalah perang antara cahaya dan gelap. Sisi gelap force selalu eksis, hanya representasinya saja yang berganti-ganti setiap zaman. Sith, Galactic Empire, hingga First Order, semuanya merupakan representasi dari sisi gelap.

Layaknya pertarungan abadi antara haq dan bathil. Kebathilan selalu hadir di setiap zaman dengan wajah yang berbeda. Jalut, Namrud, Fir’aun, Abu Lahab, semuanya wakil dari kebathilan. Sedangkan di pihak yang haq, selalu muncul para penentang kebathilan di setiap zamannya, Thalut, Ibrahim as, Musa as dan Harun as, hingga Muhammad saw. Pertarungan antara haq dan bathil tidak akan pernah berakhir hingga hari kiamat.

Saat ini, ketika masa kenabian sudah berakhir, kebathilan telah mewujud dalam sebuah sistem. Sistem yang lahir dari pemikiran manusia untuk mencampakkan Pencipta dari kehidupan. Berawal dari pemisahan antara agama dan kehidupan, terlahirlah berbagai aturan dalam kehidupan manusia. Sekulerisme eksis sebagai kebathilan abad ini.

Sekulerisme lahir karena penindasan yang dialami rakyat di Eropa. Penindasan dilakukan para raja dan direstui oleh gereja. Raja dianggap sebagai wakil tuhan di muka bumi. Rakyat yang sudah muak atas dominasi gereja dan para raja pun melawan. Akhirnya terjadi kompromi antara rakyat dan gereja. Agama tetap diakui keberadaannya, namun tidak diberikan hak untuk mengatur kehidupan publik.

Agama memang menjadi penghambat kemajuan bagi peradaban Eropa, namun sekulerisme pun ternyata hanya menimbulkan kerusakan. Kemajuan peradaban barat secara fisik tidak berbanding lurus dengan masyarakatnya. Sekulerisme melahirkan masyarakat yang menganggap bahwa nilai kebenaran adalah relatif. Sehingga masyarakat tidak punya standar baik dan buruk dalam perbuatan. Dilegalkannya LGBT yang tidak sesuai dengan fitrah manusia, penistaan terhadap agama, seks bebas, narkoba, angka bunuh diri yang tinggi, semuanya berakar pada sekulerisme.

Sekuliresme lahir di Eropa dan saat ini telah menjadi dasar tatanan dunia. Ide ini pun dipaksakan kepada negeri-negeri muslim. Keterpurukan yang dialami kaum muslim saat ini salah satunya disebabkan oleh ide sekulerisme. Peradaban barat bisa maju (secara fisik) karena meninggalkan agama, sedangkan kaum muslim justru semakin terpuruk karena meninggalkan agama. Kejayaan bisa diraih kaum muslim selama berabad-abad karena Islam menjadi nafas bagi kemajuan peradabannya.

Terbukti secara historis bahwa Islam mampu mengatur segala aspek kehidupan. Islam, agama yang sesuai fitrah manusia, memuaskan akal, dan menentramkan hati. Hanya Islam yang bisa menuntaskan segala persoalan yang dihadapi dunia saat ini.

Jika sekulerisme dan para pengembannya adalah wujud kebathilan abad ini, maka Islam dan para pengembannya adalah lawan bagi kebathilan tersebut. Tidak ada pilihan lain untuk menumbangkan peradaban sekuler saat ini kecuali dengan mengemban Islam. Pertarungan haq melawan bathil adalah pertarungan abadi. Kita terlibat ataupun tidak, pengemban haq akan selalu hadir untuk menentang kebathilan. Jika kita berpaling dalam mengemban haq, maka Allah akan mengganti kita dengan kaum yang lebih beriman daripada kita untuk mengemban haq.

“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang berpaling dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (TQS. Al-maidah [5] : 54)

Yuk Komentar!

Komentarmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *