BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Persimpangan

Persimpangan

Oleh: Sisca Dwi Nurhayati (Mahasiswa UPI Kamda Cibiru)

“Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”
– Konfusius –

Dunia, Semesta. Selalu penuh dengan manusia-manusia yang berlalu lalang dalam kehidupan dan macam hatinya, bahagia; merana; tertawa; marah; canda; gulana; tangis; dan banyak lagi rasa tergambar di tiap wajah pemeran hidupnya. Tapi jika dilihat dari sudut yang benar, akan selalu terlihat indah. Kita ambil cerita dari berbagai kota, beberapa cerita, dan beberapa pelakon kali ini.

persimpanganMulai dari Ibukota Indonesia, Jakarta. Indahnya kalimat pertama tadi sama indahnya seperti yang dijalani seorang pemuda rupawan dan hati menawan, Ahmad dengan kekasihnya yang tak kalah menakjubkan, Latifah. Milik berdua rasanya dunia saat cinta menyapa raga, bukan hanya untuknya tapi untuk tiap-tiap yang memiliki jiwa. Hanya kadang kita salah dalam menghadapinya, malah merusak jalan cerita dengan perasaan menggebu. Ini tidak akan banyak dijelaskan, karena tak ada penulis melihat nyata. Persingkat pada saat Allah mengalihkan jalan setiap hamba-Nya untuk kembali menuju-Nya.

Kelam, banyak tau kita bahwa Ibukota sedikit lebih banyak sulit dalam pergaulan, kalau tidak hati-hati celakalah. Sama, Ahmad juga yang katanya pernah sedikit memasuki pintu yang harusnya tidak dimasuki. Pergaulan dengan wanita, rokok, dan hal kecil lainnya yang jika dipelihara menggununglah jadinya. Sampai benar satu persimpangan menyapanya, mengisi waktu luang dengan mengikuti kegiatan menghafal Al-Qur’an dengan teman-temannya. Siapa sangka Allah melemparkannya ke tempat yang jauh dari Latifah? Satu jalan terbuka untuk hijrah, maka berangkatlah. Tahun- tahun terlewati dengan hati yang lebih dekat dengan Yang Maha Membolakbalikan hati. Dan lagi-lagi entah bagaimana ceritanya akhirnya mereka berpisah belum lama, tapi benar bukan bahwa jalan cerita yang mungkin menyakitkan keduanya mampu membawa keduanya menjadi orang-orang yang luar biasa di kemudian harinya.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS.Al-Baqarah : 216)

Berpindah ke kota kembang, Bandung. Tidak jauh berbeda dengan Ahmad dan Latifah. Hayati dan Dickypun sama dengan mereka, menggebu cintanya. Sampai benar lagi pada satu persimpangan, hadir satu perempuan lain yang lebih baik dari Hayati dalam hidup Dicky ditambah perbedaan tempat menuntut ilmu, dan kesibukan. Mulai banyak kebohongan dari laki-laki yang membuat Hayati jatuh cinta itu, satu persatu terbuka bohongnya. Tentu terluka bukan Hayati? Ya, ia terluka dan marah teramat marah pada laki-laki dan perempuan itu. Tapi tidak berlangsung lama sampai teman sekelilingnya menyemangati, dan mata hatinya terbuka lebih lebar akan kuasa Pemilik Hati dan Pemilik Nyawanya. Setiap hari melihat Maryam berkerudung tebal dan menutupi auratnya, terlihat benar indah dan tidak seperti sebelumnya.

Malu mulanya saat Hayati pertama menggunakan hijab benarnya. Tapi malu itu perlahan menjadi kepercayaan diri lebih bagi Hayati dan malah Hayati malu jika menaikkan hijabnya seperti dulu. Malu itu bertambah lagi pada hijabnya jika ia berkata kasar. Bertambah lagi jika ia meninggalkan sholatnya. Bertambah lagi jika bersentuhan dengan bukan mahromnya. Bertambah malu jika berkata manja pada bukan orang yang seharusnya. Malu, malu, malu, malunya selalu bertambah sejak hijabnya terulurkan. Sampai akhirnya, Hayati memilih sendiri sampai perjuangan dan penantiannya harus berakhir nanti pada waktunya sesuai jadwal yang di tentukan Pemilik Waktu. Menakjubkan bukan? Bagaimana Allah bisa mengalihkan sudut pandang yang salah untuk kembali pada jalan-Nya.

“Sekali Anda mengambil keputusan, Alam semesta bersekongkol untuk mewujudkannya.”
– Ralph Waldo Emerson –

Masih cerita dari kota kembang, Bandung. Dan masih pada cerita tentang cinta yang menggebu, tapi tidak akan dipaparkan karena pemilik cerita tidak ingin mengingat, membaca atau membahasnya. Tapi benar pada saat orang ini, Krishna dihadapkan pada persimpangan yang membawanya kembali pada Yang Maha Cinta, dengan penulis dan beberapa teman yang menyayanginya maka diambilah keputusannya untuk kembali kepada jalan cerita-Nya yang benar. Memilih sendiri saat ini, sambil memperbaiki diri meski banyak wanita-wanita mendekat dan meminta didekati. Tidak goyah, jangan goyah. Bertahanlah teman, bertahan bersama untuk akhir yang bahagia.

“Dulu kalau aku tak begitu, kini bagaimana aku? Dulu kalau aku tak di situ, kini di mana aku? Kini kalau aku begini, kelak bagaimana aku? Kini kalau aku di sini, kelak di mana aku?”
– Ilana Tan, Summer In Seoul –

Rakka, dari Bandung. Teringat pertama kali mendengar pendapatnya tentang Pendidikan Guru Sekolah Dasar, karena merasa dijauhkan dari dirinya yang berisi seorang musisi, benar-benar terasa jauh dari lingkungannya. Tapi benar, itu adalah persimpangan yang dibuat Allah untuknya. Mulai yang tadinya bergaul dengan para pemabuk, merokok, sampai mengumandangkan adzan tapi tidak sholat. Coba bayangkan, jika Allah tidak menyimpangkan jalanmu pada tempatmu sekarang, masihkah kau ada di tempat gelap itu? Atau bisa seperti hari ini? Mengenal diri tiap-tiap siswanya yang membuat hati kerasnya tersentuh untuk menjadi pendidik yang lebih baik lagi untuk Indonesia. Menakjubkan bukan? Subhanallah.

“Some days just pass by and some days are unforgettable.
We can’t choose the reason why, but we can choose what to do from the day after.
So with that hope, with that determination, let’s make tomorrow a brighter and better day”
– One Ok Rock, Be The Light –

Teruntuk para pemeran utama cerita, terimakasih. Untuk sahabat yang masih belum menyadari persimpangan-persimpangan itu.

Teruntuk Sahabat yang sedang patah hatinya, ayo bangkit! Karena dunia tidak hanya seluas ruang kelas. Ada banyak cinta yang akan datang dari cinta yang telah hilang.

Dan untuk orang-orang yang menanti untuk berubah. Persimpangan selalu kau lewati, hanya saja kau harus sedikit menyadari.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Ada apa dibalik Kisah Topi Kerucut?

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan yang telah dilakukan di dunia ini. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *