BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Tsaqofah / Dakwah / Menyulut Kembali Semangat Dakwah

Menyulut Kembali Semangat Dakwah

Oleh Riki Nasrullah (Ketua LDK DKM Unpad)

Saudaraku, betapa mulianya orang yang tertunjuki ke dalam aktivitas dakwah. Masih ingatkah kita, bahwa kehidupan rasulullah adalah kehidupan dakwah. Sejak beliau diangkat sebagai rasul sampai akhir hayatnya beliau tidak pernah berhenti dan mundur sejengkal pun dari jalan dakwah. Beliau terus mengemban risalah Islam untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga Islam berjaya dan kaffah. Tak henti samapai di sana, setelahnya berdiri Negara Islam pertama di Madinah, Rasulullah semakin gencar untuk menyebarkan risalah Islam ke seluruh penjuru dunia dengan dakwah. Sehingga beruntunglah bagi siapa saja yang mengambil jalan dakwah sebagai poros hidupnya. Berarti ia telah mlanjutkan kehidupan rasulullah, yakni kehidupan dakwah yang agung.

Suksesnya rasulullah dalam aktivitas dakwah, dan membina serta membentuk masyarakat Islami adalah sebagai buah dari perjuangannya dalam kesabaran dan keteguhan dalam dakwah sehingga beliau mampu menghimpun kekuatan Islam menjadi sebuah Negara adidaya tak terkalahkan pada masanya. Islam akan tetap berjaya tatkala dakwah dilaksanakan. Oleh karenanya, menjadi penting diperhatikan bahwa dengan terjunnya kita ke dalam aktivitas dakwah menjadi salah satu usaha untuk terus menjaga eksistensi Islam. Betapa mulianya jalan dakwah ini. kesuksesan rasulullah dalam dakwah, tentu karena apa yang beliau lakukan merupakan wahyu dari Allah. Tidak ada satu pun perbuatan Rasulullah yang beliau lakukan dan ucapkan atas kehendak beliau. Semuanya adalah wahyu dari Allah SWT.

Saudaraku, dakwah tentu saja akan senantiasa bergandengan erat dengan tantangan dan hambatan, serta gangguan. Secara fisik, siksaan yang Rasul dan sahabat hadapi tentu menjadi bumbu dalam aktivitas dakwah yang mulia ini. apalagi, sebagian dari sahabat ada yang justru menghadapi ancaman kematian. Pada masa Rasulullah, penyiksaan keji yang dihadapi beliau dan para sahabat tidak terjadi sesekali, namun berkali-kali. Masih segar dalam ingatan kita, bagaimana teguhnya sosok Bilal bin Rabbah dalam menghadapi ancaman dari majikannya karena keislamannya. Kita pun akan teringat pada kisah keluarga Yassir yang disiksan secara keji oleh orang-orang yang benci terhadap Islam. Tak henti sampai disitu, Yassir dan keluarganya pun dibunuh secara keji pula oleh mereka. Namun, apa yang dihadapi keluarga Yassir dan Bilal justru menjadikan mereka mendapatkan tiket Surga dari Allah Swt. Semuanya karena keteguhan dalam aktivitas dakwah.

Tentunya, di setiap kisah akan senantiasa terpancar ibrah dan pelajaran. Semestinya, kisah-kisah para sahabat dalam berdakwah menjadi pelajaran bagi semua manusia, khususnya pengemban dakwah. Para sahabat tetap teguh dan kokoh dalam aktivitas dakwah meskipun ancaman datang dari berbagai pihak, siksaan, dan aniaya dari penguasa dzalim sudah menjadi makanan sehahri-hari mereka dalam berdakwah. Dan tentunya, pengorbanan merupakan hal yang tidak mungkin dihindari dalam setiap perjuangan dakwah.

Meskipun, Rasulullah dan para sahabat sering mendapatkan hinaan, cacian, siksaan, dan aniaya secara terus menerus, semua itu tidak pernah menyurutkan sejengkal pun langkah beliau dalam aktivitas dakwah. Karena beliau meyakini bahwa hanya dengan dakwah lah Islam akan mendapatkan kemuliaannya. Beliau terus berjuang melawan maut dalam aktivitas dakwahnya. Hingga akhirnya Allah memberikan kemenangan kepada beliau dengan tegaknya Negara Islam pertama di Madinah Almunawwarah.

Saudaraku, tantangan dan dakwah seperti halnya dua sudut mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Dakwah memerlukan perjuangan. Dan perjuangan akan senantiasa bergandengan erat dengan tantangan dan hambatan. Itulah sebabnya, jalan dakwah hanya bisa dilalui oleh orang-orang istimewa. Mereka yang senantiasa ihlas dan sabar lah yang akan mampu tetap bertahan dalam aktivitas dakwah mulia ini. jadi, beruntunglah bagi kita yang sampai hari ini masih tetap istiqamah menjalani rutinitas dakwah ini. berarti kita termasuk orang-orang yang istimewa.

Saudaraku, tantangan dakwah di negeri kita ini sebetulnya belumlah seberat yang dialami oleh saudara-saudara kita di belahan dunia lainnya. apa yang dialami kita saat ini pun sangatlah jauh dengan apa yang Rasulullah dan sahabat alami di masa perjuangan Islam. Sehingga, tidak ada lagi alasan bagi seorang pengemban dakwah untuk tidak bersemangat apalagi sampai futur di jalan dakwah ini. dan seandainya apa yang dialami oleh Rasulullah dan para sahabat dalam berdakwah dialami juga oleh kita saat ini, tidaklah bisa menjadi alasan untuk kita tidak melakukan aktivitas dakwah. Dakwah ini memang memerlukan perjuangan saudaraku. Pasalnya, secara sunnatullah, dakwah dan perjuangan akan senantiasa bergandengan erat di setiap aktivitas dakwah kita.

Dalam berbagai kondisi, kita senantiasa menemukan banyaknya pengemban dakwah yang tersibukkan dengan hal-hal yang sifatnya duniawi. Tentu, kondisi ini sangat bertolak belakang dengan apa yang ia ikrarkan pada saat mereka mengikrarkan diri untuk terjun ke medan dakwah. Bahkan, tidak sedikit para pengemban dakwah yang kehilangan orientasinya dalam bertindak. Karena ia sudah tersibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang memalingkannya dari aktivitas dakwah yang mulia.

Meskipun demikian, kita masih bisa bersenang hati. Karena di sekeliling kita masih ada yang ihlas dan sabar dalam menjalani aktivitas dakwah yang penuh tantangan ini. meskipun mesti kita sayangi pula, banyak pengemban dakwah yang hanya mencukupkan diri dengan aktivitas halaqah saja tanpa dibarengi dengan aktivitas dakwah lainnya. banyak pula pengemban dakwah yang menyibukkan diri dengan aktivitas dakwah yang cenderung tidak produktif; sekadar mengikuti perhalaqahan, menyebarkan bulletin dan opini, dll dengan kualitas yang alakadarnya dan amat sangat minimalis. Bahkan, tidak sedikit aktifis dakwah yang sudah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun yang mengisi aktivitasnya hanya halaqah saja, membayar iuran rutin, tanpa mengikuti kegiatan dakwah lainnya. inilah kondisi-kondisi yang sangat kisa sayangkan. Dan anehnya, mereka merasa menjadi bagian dalam aktivitas dakwah hanya karena terdaftar dalam salah satu harakah dakwah, tanpa melakukan aktivitas dakwah itu sendiri.

Saudaraku, tentu kondisi ini sangat bertolak belakang dengan esensi dari dakwah itu sendiri. dan sudah saatnya kita ubah paradigma kita tentang dakwah. Dakwah itu bukan hanya sekadar ikut halaqah, membayar iuran rutin, membaca buletin dan menyebarkannya, namun dakwah lebih dari sekadar itu. Dakwah adalah aktivitas menyeru dan mengajak menusia untuk kembali kepada kehidupan Islami. Mari kita sama-sama evaluasi diri, jangan sampai kita mencukupkan diri hanya dengan melakukan kegiatan-kegiatan dakwah yang serba minimalis dan alakadarnya. Betapa ruginya kita apabila hanya memberikan yang minimalis. Sehingga jangan salahkan Allah senadainya Allah pun hanya memberikan yang minimalis pula kepada kita.

Semoga ini bisa menjadi penyulut kembali semangat dakwah kita. Tulisan ini sebagai wasilah untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan. Semoga kita menjadi manusia-manusia yang istimewa yang menjadikan dakwah sebagai poros hidupnya. Kita pun mengakui bahwa aktifis dakwah juga manusia, namun sejatinya aktifis dakwah adalah manusia yang tidak biasa. Mereka adalah orang-orang yang istimewa. Karena para aktifis dakwah adalah pelanjut risalah dakwah Rasulullah. Kalau boleh saya mengatakan, bahwa aktifis dakwah adalah orang yang mewarisi risalah rasulullah, yakni kehidupan dakwah yang mulia.

Yuk mari kita perbaiki diri, evaluasi diri, dan menyongsong kehidupan yang lebih baik dengan dakwah.

Wallahu a’lamu bi ash-shawab []

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar (2)

JIKA telah memenuhi syarat sah sebagai rukhsah, selain di jamak salat fardu juga dapat di ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *