BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Menuju jalan yang terang dengan bertaubat

Menuju jalan yang terang dengan bertaubat

TAUBAT yang tulus yang memenuhi syarat-syaratnya dapat menjadikan hati bercahaya terang dan dapat mengikis habis noda-noda kemaksiatan darinya. Dan sesungguhnya tenggelam di dalam perbuatan maksiat itu dapat membuat hati menjadi gelap. Oleh karena itu, Anda dapat memperhatikan bahwa hati pelaku maksiat yang tenggelam di dalam kemaksiatannya berada di dalam selimut kegelapan dan membatu, tidak ada cahaya padanya dan tidak pula ada (rasa) lezat (melakukan ibadah). Malah sebaliknya, ia selalu berada di dalam siksaan dan kesengsaraan.

Maka tobat merupakan jalan hidupnya hati, tidak boleh tidak, ia harus dilakukan agar ia bisa menjadi baik dan istikamah. Sering melakukan taubat, suka memperbaharuinya dan selalu melakukan istigfar merupakan hal yang dapat memperbaiki dan membersihkan hati serta dapat memotivasi untuk beramal salih.

Perhatikanlah Rasulullah shallallahu ‘alahi wasallam, beliau bersabda di dalam hadits shahihnya,

“Sesungguhnya hati saya kadang keruh, maka aku beristighfar dalam satu hari sebanyak seratus kali.” (Musnad Ahmad, no.18002)

Pada hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa beliau menghilangkan kabut atau kekeruhan yang menimpa hati beliau dengan istigfar, padahal beliau sudah diampuni oleh Allah subhanahu wata’aala segala dosa-dosa yang telah lalu maupun yang akan datang. Maka, bagaimanakah dengan orang selain beliau yang banyak memikul dosa dan banyak melakukan kemaksiatan? Tidakkah ia lebih membutuhkan banyak istigfar agar hatinya yang rusak dapat terobati? Betapa kita semua sangat membutuhkan kepadanya (istigfar).

Apabila seseorang bertobat dari dosa, berarti ia telah membersihkan hatinya dari campur baur noda-noda, karena ia telah dicampuri oleh amal salih dan amal buruk.

Maka apabila ia bertobat dari dosa, kekuatan hati akan menjadi jernih dan kemauannya untuk beramal salih pun menjadi kuat, serta hati akan merasa lapang dari segala noda dosa perusak yang ada di dalamnya. Allah subhanahu wata’aala berfirman,

“Dan apakah orang-orang yang sudah mati kemudian Kami hidupkan dan Kami berikan kepadanya cahaya yang terang, yang dengan cahaya itu ia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia, serupa dengan orang yang keadaannya berada dalam gelap gulita yang sekali-kali tidak dapat keluar daripadanya?” (Al-An’am: 122).

Itu adalah suatu perumpamaan yang dicontohkan oleh Allah subhanahu wata’aala bagi orang yang hatinya mati karena kedownload (1)kafiran dan kebodohan, lalu Allah memberinya petunjuk berupa taubat dan kemudian menghidupkannya dengan iman dan memberinya cahaya terang yang menyinarinya serta ia dapat berjalan di tengah-tengah masyarakat manusia (penuh dengan kebaikan). Tentunya dengan tobat yang tulus yang agar hati bercahaya terang dan noda-noda dosa dapat terkikis.

 

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Diskusi Publik Kalam – Bedah Kitab Ulama

Assalamual’aikum wr wb 💥❄⚡🔥💦✨☄💫🌪 Bagaimana Kabarnya Kalamers?….. semoga kita selalu diberikan ni’mat oleh Allah swt. ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *