BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Agenda / An Nisaa / Reportase An Nisaa / Menjadi Muslim Cerdas nan Shalehah

Menjadi Muslim Cerdas nan Shalehah

Forsiva atau Forum Silah Ukhwah Divisi An-nisa Kalam UPI) telah diselenggarakan pada hari Sabtu tanggal 9 Mei 2015 pukul 13.19 – 15.30 WIB di Ruang 203 gedung Ilkom dan dihadiri oleh mahasiswa yang berasal dari berbagai jurusan di UPI. Tema yang diangkat yaitu “Menjadi Muslimah Cerdas nan Shalehah”

  11k

Gambar 1.1. Pembukaan oleh Mc

Sebelum training dimulai, terlebih dahulu peserta diajak bermain game sambung kata, peserta antusisas memainkan game tersebut. Game sambung kata ini selain melatih fokus juga membuat peserta saling mengenal satu sama lain.

 23ef

Gambar 1.2 Peserta memainkan game sambung kata

Training kemudian dibuka oleh teh Tri Fani Ar-rahmah, training yang berjudul “Muslimah is a Smart Girl” ini dibawakan dengan ceria namun tetap serius dan penuh makna. Peserta diajak bersama-sama untuk mengenali siapa jati diri mereka. Mengenali bahwasannya wanita shalehah adalah sebaik-baiknya perhiasan. Wanita shalihah sangat berharga, jauh lebih berharga dari rubi ataupun mutiara.

Trainer menyampaikan banyak hal penting seperti bagaimana Islam sangat memuliakan perempuan bukan dilihat dari penampilannya, melainkan dari iman dan taqwa yang dimilikinya. Ada banyak perintah Allah untuk perempuan sebagai bentuk kasih sayang-Nya seperti: Kewajiban menutup aurat, menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan serta, menjadi ummu ajyal dan ummu warobatul bait. Selain itu juga ada larangan Allah SWT yang tidak lain adalah bentuk penjagaan bagi kaum perempuan, seperti:            Mendekati zina, bertabaruj, mengumbar aurat dan menyerupai laki-laki.

Meski begitu, perempuan tetap bisa berkiprah di ranah publik, perintah dan larangan Allah bukanlah hambatan muslimah dalam menjalankan aktivitasnya. Sebutlah Khadijah, istri rasulullah yang merupakan saudagar kaya, kemudian Aisyah seorang perawi hadis yang terkenal dengan kecerdasannya. Asma binti Abu Bakar seorang figur ibu teladan istri dari zubair bin awwam, Syifa seorang qadi hisbah, Ummu Sulaym, Kahulah bin Tsa’labah, Maryam Ijliya dan masih banyak lagi sosok muslimah yang berperan dalam ranah publik. Itulah sosok wanita cantik yang sesungguhnya.

Trainer juga menyampaikan bahwa untuk bisa menjadi sosok muslimah cantik seperti yang dicontohkan, perlu lingkungan yang baik agar bisa mengkondisikan. Seperti para shahabiyah yang memang dikondisikan dalam lingkungan yang Islami. Namun di realita saat ini yang sangat jauh dari Islam. Maka yang dapat dilakukan oleh para muslimah adalah mempertebal keimanannya dengan cara mengenali hakikat diri sebagai hamba Allah dan berkumpul bersama teman yang sama-sama ingin semakin dekat pada-Nya.

Acara menjadi lebih hidup ketika sesi diskusi, beberapa pertanyaan dilontarkan oleh peserta dan pemateri menjawab dengan jelas dan lugas. Selanjutnya peserta diminta untuk menuliskan targetan-targetan yang ingin dicapainya pada secarik kertas. Akhir acara ditutup dengan do’a.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian acara berlangsung dengan lancar atas ridlo Allah Swt.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Seruni 16 “Pesona Islam Memuliakan Perempuan”

Alhamdulillah SERUNI 16, Seminar Khairunnisaa’ yang ke 16 dengan tema “Pesona Islam Memuliakan Perempuan” telah terselenggara ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *