BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Takwa

Menjadi Mahasiswa Cerdas dan Takwa

Mahasiswa cerdasMahasiswa adalah pemuda harapan masyarakat. Di pundak mahasiswa, banyak bertumpu harapan-harapan dari masyarakat akan suatu perubahan yang lebih baik. Berbagai permasalahan yang melanda negeri ini, mulai dari korupsi, tindak kriminal, pemerkosaan, penipuan dan lain sebagainya membuat masyarakat semakin tak sabar menunggu perubahan yang diusung oleh mahasiswa.

Mahasiswa sebagai agen perubahan telah menunjukkan aksi nyata ketika Pemerintahan Soeharto berkuasa. Mahasiswa bersatu dan meneriakkan suara yang sama. Aksi ini bukan tanpa maksud dan tujuan, namun untuk menjawab suara hati masyarakat yang sudah resah dengan pemerintahan saat itu.

Kini, mahasiswa pun masih memegang status agen perubahan. Mahasiswa masih dipercaya sebagai agen perubahan yang akan memberikan kebaikan bagi masyarakat. Sebuah perubahan yang akan menghantarkan negeri ini menjadi lebih makmur sejahtera.

Namun, perubahan itu akan menuju kebaikan jika yang mengusungnya adalah mahasiswa yang baik. Bagaimana mungkin akan terjadi perubahan yang baik, sementara mahasiswa yang mengusungnya adalah mereka yang tidak bersungguh-sungguh dalam belajar, tidak memahami permasalah dan solusinya, tidak mengenal masyarakat yang ada disekitarnya dan tidak pernah tahu bagaimana cara melakukan perubahan. Karena itu, sudah menjadi sebuah kewajiban bagi seorang mahasiswa menjadi mahasiswa yang cerdas dan bertakwa. Bukan hanya akademi yang baik, tetapi ketakwaan kepada Allah yang luar biasa juga.

Menjadi mahasiswa yang cerdas dan bertakwa memang bukanlah hal yang mudah. Tapi, bukan pula hal yang tidak mungkin terjadi. Kesempatan akan selalu ada bagi setiap mahasiswa yang berusaha dan bersungguh dalam mewujudkannya.

Mahasiswa Akademis, juga Aktifis

Ilmu adalah cahaya, begitulah sabda Rasulullah saw. Maka penting bagi setiap orang untuk memiliki ilmu agar hidupnya bercahaya. Andaikan berada dalam lingkungan yang dipenuhi kegelapan, ia akan tetap bersinar terang bahkan mampu menerangi dan mencerahkan lingkungan sekitarnya. Apalagi seorang mahasiswa, sudah menjadi tugas utamanya untuk belajar. Mengkaji ilmu secara intensif dan mendalam.

Tinggi dan rendahnya ilmu seseorang tidak bisa dilihat hanya dari seberapa besar nilai (IPK) yang diraihnya. Namun, lihatlah dari seberapa besar manfaat ilmu itu untuk dirinya dan lingkungan sekitar. Tentu yang lebih baik adalah nilai yang diraih besar dan manfaat bagi dirinya dan lingkungan sekitar juga besar. Karena, seorang mahasiswa tidak boleh hanya bergelut dengan buku kuliahnya di kamar. Ia harus bergerak dan beraktifitas secara riil di tengah-tengah masyarakat. Minimalnya ia aktif di organisasi di kampusnya, seperti Himpunan Mahasiswa, UKM, BEM, dan Ormawa.

Aktif di organisasi akan memberikan pengalaman dan gambaran yang jelas bagi seorang mahasiswa bagaimana ia harus bergerak di tengah masyarakat kelak. Pikirannya akan tumbuh dewasa dengan berbagai permasalahan yang dialaminya ketika berorganisasi. Lisannya pun akan terlatih dalam menuturkan kata-kata. Sikapnya pun akan membentuk karakter diri yang khas dan memiliki pengaruh yang kuat bagi lingkungan sekitar.

Mahasiswa, Sang Rohis

Islam adalah agama yang telah Allah ridhoi bagi manusia, petunjuk di tengah leggangnya kehidupan dunia. Islam yang disampaikan oleh Rasulullah saw telah mampu merubah bangsa arab yang bodoh dan terbelakang menjadi umat yang cerdas dan terdepan. Hal ini terjadi karena masyarakat arab telah dibina oleh Rasulullah dari segi pola pikir dan pola sikapnya sehingga terbentuklah karakter masyarakat yang Islami.

Pun seorang mahasiswa, ia harus mampu menjadi pribadi yang memiliki karakter dan kepribadian Islami. Menjadi pemuda yang hatinya dipenuhi oleh kalimat tauhid, lisannya yang basah dengan tahmid, dan jiwanya yang selalu bersyukur. Spiritualitas mahasiswa harus diasah dan dilatih agar menjadi peka dan merasa bahwa Allah selalu melihatnya, seandainya tidak, maka ia harus berusaha merasa bahwa Allah hadir memperhatikannya.

Spiritualitas yang tinggi, kedekatan kepada Allah yang begitu dahsyat, akan semakin membuat mahasiswa menjadi sosok ideal yang ditunggu oleh masyarakat. Karena setiap gerak dan aktifitasnya pasti akan didasarkan kepada keridhoan Allah. Seandainya Allah ridho, ia pasti akan melakukannya. Jika tidak, maka ia pasti akan menjauhinya.

Saatnya Bergerak!

Waktu akan terus melaju dan takkan pernah berhenti. Waktu juga tidak bisa disimpan dan ditabung. Ia akan meninggalkan siapa saja yang tidak bergerak dan melakukan perubahan. Saat hal itu terjadi, maka penyesalanlah yang datang.

Sungguh, tak ada waktu untuk berdiam diri saat kita memahami perubahan harus terjadi. Tak ada waktu untuk bermain-main dan menyia-nyiakan waktu lagi. Saatnya bagi kita untuk bergerak, menyinergikan antara akademik, aktifitas di organisasi dan spiritual diri agar terbangun pribadi yang cerdas dan bertakwa. Bukankah mahasiswa seperti ini yang diharapkan dan didambakan masyarakat?

Bergeraklah selagi waktu masih ada. Bergeraklah selagi kesempatan ada untuk kita. Bergeraklah, karena kita tidak pernah tahu apakah esok nanti kita masih bisa bergerak atau tidak. Ingatlah, masyarakat menanti kita, wahai mahasiswa. []

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Sembilan Hal Yang Menghambat Seorang Pemuda Untuk Hijrah (3-Habis)

7. Negara dan Masyarakat Yang Sekuler Seorang muslim yang ingin hijrah bisa tertahan dalam hijrahnya ...

One comment

  1. menjadi cerdas dan taqwa memang penting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *