BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Pendidikan / Keluarga dan Masyarakat / Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

Membentuk Karakter Anak Sejak Dini

anak

Oleh: Fanissa (Anggota Departemen Pembinaa dan Pengkaderan Kalam UPI, Mahasiswa UPI Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris 2012)

Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini seolah tidak bisa menjadi momen yang menggembirakan. Serangkaian berita di tanah air perihal pergaulan bebas, penelantaran anak-anak sampai kekerasan terhadap anak semakin marak. Permasalahn-permasalahan yang objek dan subjeknya adalah anak-anak tampaknya semakin menjadi permasalahan besar bagi bangsa ini. Padahal anak-anak sebagai generasi muda adalah tunas bangsa, harapan emas bangsa.

Secara fitrah anak adalah anugerah yang diberikan Allah SWT kepada  orang tua. Orang tua diberikan amanah untuk mendidik, menjaga dan mengurus anak. Amanah ini dapat membuahkan kemulian atau sebalikanya mendatangkan fitnah bagi kedua orang tua. Kedua pilihan ini ada ditangan orang tua. Bukankah anak terlahir bagaikan kertas putih? Kemudian cinta kasih kedua orang tua menjadi cat yang membentuk akan menjadi apa anak kelak.

Keluarga adalah bagian terpenting dalam pembentukan keperibadian anak, seperti orang tua, kakak, atau pengasuh yang menjadi contoh bagi mereka. Selain itu, berbagai media yang dekat dengan anak pun akan mempengaruhinya, semisal televisi, buku cerita dll. Sama hal nya dengan kaset kosong, anak akan merekam semua hal yang mereka lihat dan dengar dengan mudah. Jika inputnya bagus, maka bagus pula outputnya. Pun sebaliknya.

Sayangnya pertama kali yang diperkenalkan kebanyakan orang tua masa kini adalah tokoh imajinasi seperti Super Hero atau Barbie, Princess. Kemudian tokoh seperti inilah yang mereka idamkan. Mungkin terdengar sepele karena sudah menjadi kebiasaan umum jika anak-anak menyukainya  Namun, sebenarnya hal ini berkontribusi mendorong anak untuk menjadi manusia yang memiliki kesempurnanan secara fisik, materi, eksistensi diri dan menjadikannya sebagai sumber kebahagiaan mereka. Jika tidak ada pembenaran dari orang tua tentang hal ini maka penyelewengan sikap pun akan menjadi akibatnya. Misalnya gaya hidup hedonisme yang mendorong pada pergaulan bebas.

Secara alami input akan mempengaruhi output. Sebagaimana yang dikatakan oleh Ihsan Baihaqi, Direktur Auladi Parenting School, “Memotivasi anak beribadah dapat dilakukan dengan meng-isntall-kan software keyakinan ibadah pada anak. program ini lah yang akan membuat anak melaksanakan ibadah bermakna atau tidak.”

Maka dari itu penting bagi orang tua memberikan contoh terbaik untuk membentuk keperibadian anak. Perkenalkanlah sejak dini anak-anak dengan Rasululullah, ajarilah mereka karakter yang agung seperi beliau. Ajarilah anak-anak untuk mencintainya dan memegang teguh syariat yang telah dicontohkan olehnya. Dengan demikian, insyaallah kita akan mendapati anak-anak akan memiliki keperibadian yang luhur budi pekertinya, cerdas, tangguh dan taat pada agama. []

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Anda Ingin Istri yang Penuh Berkah? Inilah 3 Cirinya

Anda seorang laki-laki yang shalih yang sedang mencari istri yang penuh keberkahan? Rasulullah memberikan tiga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *