BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Pendidikan / Keluarga dan Masyarakat / Mahkota Untuk Orang Tua

Mahkota Untuk Orang Tua

7 Cara Memberikan Mahkota Kehormatan Kepada Orangtua

mahkota-ratu

Oleh : Tatang Hidayat (Ilmu Pendidikan Agama Islam UPI)

Seorang anak pasti ingin membahagiakan orang yang di cintainya, salah satunya membalas jasa kedua orangtuanya, tetapi meskipun orangtua diberikan apa saja yang di inginkannya baik itu harta dan yang lainnya, tentu itu tidak akan bisa membalas jasa kedua orangtua kepada anaknya. Tetapi ada cara untuk sedikit membalas jasa orangtua dan menyelamatkan orangtua kita ketika nanti di akhirat, yaitu bagaimana anak itu bisa menjadi penghafal al-Qur’an. Sebagaimana di jelaskan keutamaan bagi penghafal al-Qur’an dalam beberapa hadis

Dari Abi Hurairah r.a. bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “ (HR. Tirmidzi).

Dari Buraidah ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:

Siapa yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengamalkannya, maka dipakaikan mahkota dari cahaya pada hari Kiamat, cahayanya seperti cahaya matahari, kedua orang tuanya dipakaikan dua jubah (kemuliaan), yang tidak pernah didapatkan di dunia, keduanya bertanya: mengapa kami dipakaikan jubah ini: dijawab: “karena kalian berdua memerintahkan anak kalian untuk mempelajari Al Quran” (HR. Al-Hakim)

Memang penulis bukanlah seorang yang hafal al-Qur’an 30 Juz, tetapi itu bukanlah waktu yang terlambat bagi kita untuk menjadi penghafal al-Qur’an dan semoga saja suatu saat nanti kita bisa mempunyai keturunan penghafal al-Qur’an yang bisa memberikan syafa’at kepada kita selaku orangtuanya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan bagi pemula yang ingin menghafal al-Qur’an sebagaimana yang telah dialami oleh penulis, diantaranya :

  1. Niat dan Komitmen Pribadi

Niat merupakan hal yang terpenting dalam suatu amal, karena amal itu tergantung pada niatnya. Begitupun dengan komitmen ketika kita akan melakukan sesuatu sangat berpengaruh terhadap apa yang kita lakukan.

  1. Ridho Guru dan Orangtua

Ridho Allah Swt terletak pada ridho orang tua, maka sebelum kita menghafal alangkah baiknya kita untuk meminta ridho kepada orang tua. Begitupun kita harus meminta ridho kepada guru-guru kita supaya diberikan keberkahan ketika kita menghafal al-Qur’an.

  1. Mencari Guru al-Qur’an dan Ma’had al-Qur’an

Hendaknya kita mencari guru yang khusus dalam bidang al-Qur’an dan guru tersebut memiliki sanad bacaan dan hafalan al-Qur’an yang sampai kepada Rasulullah Saw, kemudian kita juga harus mondok di Ma’had penghafal al-Qur’an. Karena, dalam menghafal al-Qur’an bukanlah menghafal kata-kata. Tetapi, kita menghafal ayat-ayat Allah Swt yang tentunya kita juga harus menjaga dari segala kemaksiatan yang dapat menghambat kita dalam menghafal al-Qur’an. Diantaranya, kita harus bersih hati dan bersih pikiran. Oleh karena itu, para penghafal al-Qur’an harus di tempatkan di tempat yang khusus yang dapat menjaga dari segala hal yang dapat menghambat dalam menghafal al-Qur’an. Ketika sudah di tempatkan di salah satu Ma’had al-Qur’an maka nantinya setiap Ma’had ada cara tersendiri untuk mempermudah dalam menghafal al-Qur’an.

  1. Sebelum berumur 10-15 tahun.

Memang dalam menghafal al-Qur’an tidak ada umur yang di khususkan. Meskipun sudah berumur 40 tahun itu tidak jadi penghambat dalam menghafal al-Qur’an. Tetapi, bagi kita alangkah baiknya dalam menghafal al-Qur’an itu dimulai dari kecil. Karena ketika umur masih anak-anak akan mudah dalam menghafal al-Qur’an, kekuatan ingatan masih tinggi dan  jauh dari gangguan-gangguan sebagaimana yang dialami orang dewasa. Karena Ulama-Ulama terdahulu pun sudah hafal al-Qur’an kebanyakan sebelum berumur 15 tahun. Misalnya, Imam Syafi’I rah.a sudah hafal al-Qur’an pada umur 7 tahun. Sedangkan ketika usia mulai 15 tahun ke atas itu waktunya mulai belajar ilmu-ilmu yang lebih dibutuhkan seperti ilmu aqidah dan syari’at.

  1. Sering berinteraksi dengan al-Qur’an.

Setiap orang memiliki cara tersendiri dalam menghafal al-Qur’an. Tetapi dari sekian cara yang ada intinya dalam menghafal al-Qur’an adalah bagaimana kita untuk sering berinteraksi dengan al-Qur’an. Misalnya jika kita akan menghafalkan surat al-Fatihah maka kita bisa membacanya terlebih dahulu secara tartil sebanyak 5-30 kali, kemudian kita mulai membaca per ayat 1-5 kali dan kita mencoba untuk menghafalnya di ulang-ulang. Setelah hafal ayat pertama, maka kita lanjut menghafal ayat kedua, setelah hafal ayat kedua maka kita gabungkan ayat pertama dan kedua. Kemudian kita lanjut menghafal ayat ketiga. Setelah hafal ayat ketiga maka kita gabungkan ayat pertama, kedua dan ketiga. Dan begitu seterusnya.

  1. Perhatikan waktu dan tempat

Setiap orang memiliki waktu dan tempat menghafal yang berbeda-beda, tetapi dari sekian banyak penghafal al-Qur’an lebih memilih waktu sebelum shubuh atau sesudah shubuh yang lebih mudah dalam menghafal al-Qur’an karena waktu-waktu tersebut pikiran manusia masih bersih dari pikiran-pikiran yang lainnya. dan untuk tempat lebih baik di Masjid karena di dalam Masjid disamping banyak keutamaannya, Masjid merupakan tempat yang bersih dan tempat yang seirng digunakan untuk beribadah oleh umat Islam.

  1. Jaga Kemaksiatan dan Istiqomah Qiyamul lail

Memang menjadi seorang penghafal al-Qur’an bukanlah hal yang mudah, sebagaimana yang di sampaikan oleh guru-guru kami, bahwa orang yang diberikan kemudahan dalam menghafal al-Qur’an merupakan orang-orang pilihan. Karena, dalam menghafal al-Qur’an kita juga harus menjaga kemaksiatan dalam segala hal, baik itu maksiat mata, telinga, lidah, hati, tangan dan yang lainnya. di samping menjaga kemaksiatan bagi seorang penghafal al-Qur’an juga harus istiqomah dalam qiyamul lail nya Karena qiyamul lail merupakan senjata bagi para penghafal al-Qur’an untuk menguatkan hafalannya. Berbicara menghafal al-Qur’an bukanlah seberapa banyak kita menghafal ayat-ayat Allah, tetapi bagaimana penghafal al-Qur’an itu bisa menjadi berkah dengan hafalannya. Oleh karena itu, amanat-amanat dalam proses menghafal al-Qur’an pun harus di laksanakan. Misalnya menjada tilawah 1 juz perhari, muroja’ah 3 juz perhari, membaca surat-surat pilihan, khidmat terhadap ilmu dan guru dan beberapa riyadhoh lainnya yang bisa membuka pintu hidayah Allah Swt untuk memudahkan kita dalam menghafal al-Qur’an.

Selamat mencoba, yang terpenting bagi kita di samping menghafal al-Qur’an kita juga harus berusaha untuk mentadaburi al-Qur’an kemudian mengamalkannya dalam semua sendi kehidupan, baik itu kehidupan individu, keluarga, masyarakat maupun dalam bernegara. Fastabiqul Khairat !

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Anda Ingin Istri yang Penuh Berkah? Inilah 3 Cirinya

Anda seorang laki-laki yang shalih yang sedang mencari istri yang penuh keberkahan? Rasulullah memberikan tiga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *