BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Download / Buletin / Mahasiswa, Design Hidup mu dengan Islam!

Mahasiswa, Design Hidup mu dengan Islam!

agustus dalam

Hidup Mahasiswa!

Selamat datang kepada mahasiswa baru di Universitas Pendidikan Indonesia, sang generasi penerus bangsa dan pemimpin peradaban gemilang. Tak lupa berucap syukur kepada Allah swt karena pada hakikatnya Dialah yang memberikan kemudahan bagi kita untuk mendapatkan kesempatan menikmati indahnya ilmu di dunia Kampus ini. “Masa yang paling indah di SMA” baru saja terlewati… Tapi bukan berarti masa mahasiswa adalah masa yang mengerikan ya! Kita bisa menjadikannya lebih indah karena disinilah tempat untuk mengukir masa depan, dan menciptakan perubahan kearah yang lebih baik. Mahasiswa adalah generasi yang potensial dalam memahami perubahan dan perkembangan di dunia pendidikan dan lingkungan masyarakat. Yang memiliki posisi dan peran sebagai agent of change, moral value, social controller, dan juga iron stock!

Mahasiswa sebagai bagian dari kaum muda dalam tatanan masyarakat akan terlibat langsung dalam setiap fenomena sosial. Mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, melainkan menjadi objek atau pelaku dari perubahan tersebut. Ia harus mampu mengimplementasikan kemampuan keilmuannya dalam perubahan ke arah yang lebih baik. Itulah mengapa mahasiswa disebut sebagai agent of change sesuai dengan artinya, agen perubahan. Ia mampu mengubah keadaan masyarakat yang terbiasa hidup santai dan bermalas-malasan menjadi rajin dan bersemangat. Apalagi mengubah kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan hukum yang Allah perintahkan.

Mahasiswa sebagai moral value, berperan sebagai penjaga nilai-nilai yang positif. Sekarang ini sudah menjamur nilai keburukan yang ada dalam negara kita seperti korupsi, pencurian, pembunuhan, pelecehan, dan lain-lain. Oleh karena itu, kita sebagai mahasiwa harus bisa menghilangkan budaya buruk, dan harus menjaga serta menyebarkan nilai-nilai kebaikan agar negara kita menjadi negara yang taat syariat.

Mahasiswa sebagai social control, yakni sebagai pengontrol kehidupan sosial yang ada di dalam masyarakat, dengan cara menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah. Mahasiswa menyampaikan aspirasi yang dikeluarkan masyarakat juga sebagai pengkritisi kebijakan yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

Mahasiswa sebagai iron stock, disini kita berperan sebagai pengganti generasi-generasi sebelumnya, yaitu sebagai cikal bakal atau cadangan untuk masa yang akan memajukan bangsa kita ini. Karena kalau bukan kita sebagai generasi muda yang akan menjadi penerus bangsa, maka siapa lagi yang akan memajukan bangsa ini? Dengan bekal memiliki kelebihan kemampuan logis dalam berpikir, mahasiswa pun dituntut mampu membedakan mana yang benar dan salah.

Peranan tersebut dapat dijalankan secara optimal jika kita mengetahui siapa kita dan untuk apa kita berada di dunia. Kita sebagai seorang khalifah di muka bumi yang diturunkan untuk selalu melakukan kebaikan dan tidak melakukan kerusakan, seperti Firman Allah SWT. dalam QS: Al-Baqarah ayat 30.

Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. Mereka berkata: “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan mnumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Allah sebagai Sang Pencipta tidak dzalim dengan menciptakan kita tanpa tujuan. Tapi Allah merencanakan detail dengan penuh kesempurnaan apa yang harus kita lakukan di dunia ini dalam AlQur’an dan Assunah-Nya. Berikut tujuan kita hidup di dunia adalah semata-mata untuk selalu beribadah kepada-Nya dan melakukan amar-maruf nahi munkar, seperti dalam firman Allah QS: Adz-Dzariyat : 56 yang artinya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Begitupun perintah Allah dalam hal ber-amar ma’ruf nahy munkar dalam QS. Ali Imran ayat 110, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Ketika Allah dengan lengkapnya memberikan seperangkat aturan-Nya untuk kita maka kehidupan didunia ini pun bukanlah hal yang biasa tetapi menjadi sesuatu yang harus kita pertanggungjawabkan diakhirat kelak sesuai dengan firman Allah dalam QS.Al-Zalzalah:7-8 “Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”.

Oleh karena itu, kita sebagai mahasiswa sang generasi penerus peradaban yang telah memahami hakikat hidup harus mampu mendesain hidup kita dengan baik sesuai dengan pandangan Islam dan berusaha untuk menjalankannya secara optimal. Apalagi kita adalah sosok-sosok pemuda yang memiliki keunggulan dari segi fisik dan keilmuan harus mampu menjadi yang paling terdepan untuk merubah kondisi umat yang hari ini umat sedang dirundung berbagai macam konflik sehingga membutuhkan bantuan dari kita. Maka langkah awal adalah mencoba mendesain hidup kita yang sesuai dengan syariat untuk menghadapi masa mendatang, dengan terus tanpa henti meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala, Belajar dengan tekun dengan niat karena Allah dan senantiasa mengkaji Islam, Menjadi mahasiswa mahasiswi yang cerdas dan berakhlak mulia sebagai wujud birul walidayn (berbakti kepada orangtua) dan sebagai kekuatan untuk perubahan umat.agustus luar

Sahabat, inilah kehidupan yang tak pernah berhenti dan terus berlangsung serta senantiasa diawasi oleh Pencipta kita. Marilah menjadi generasi pengubah masa depan yang lebih baik lagi. Tentunya menuju lebih baik tidak bisa sendiri. Layaknya orang buta yang berjalan maka perlu tongkat. Begitupun dengan kita, orang yang tanpa ilmu maka akan tersesat jika tanpa pembimbing.

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *