BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Opini dan Analisis / KORDA BKLDK Semarang Raya : Utang Terus Bertambah, Kekayaan Negeri Terus Dijarah

KORDA BKLDK Semarang Raya : Utang Terus Bertambah, Kekayaan Negeri Terus Dijarah

korda semarang

Kabar buruk kembali menimpa negeri ini, negeri yang kaya, tapi utang (berbasis riba) tetap terpelihara. Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada Mei 2015 mencapai 5,9 persen secara tahunan (year on year/yoy). Itu lebih lambat dibandingkan pertumbuhan April 2015 sebesar 7,7 persen.

Dengan pertumbuhan tersebut, posisi ULN Indonesia pada akhir Mei 2015 tercatat sebesar US$ 302,3 miliar, terdiri dari: ULN sektor publik sebesar US$ 133,5 miliar (44,2 persen dari total ULN) dan ULN sektor swasta US$ 168,7 miliar (55,8 persen dari total ULN). (cnnindonesia.com)

Menurut buku saku perkembangan utang negara oktober 2010, utang pemerintah Indonesia capai US$185 Miliar, setara Rp 1.667,7 triliun. Dan Utang Luar Negeri Indonesia pada Mei 2015, tercatat sebesar US$ 302,3 miliar atau kalau dirupiahkan setara dengan Rp 3.929 Triliun. Artinya prosentase utang selalu bertamah dari tahun ke tahun, ditamah bunga yang sudah sangat mencekik.

Hal ini menjadi kritik pada Presiden Jokowi saat membuka peringatan KAA ke 60 beberapa bulan lalu, beliau menyampaikan kritik yang pedas terhadap IMF, Bank Dunia, dan ADB. Menurut Jokowi lembaga-lembaga tersebut tidak memberikan solusi bagi persoalan ekonomi global. (kompas, 22/4/2015)

Meskipun yang dikatakan secara substansi benar, tapi ternyata implementasi di lapangan salah kaprah dan jauh dari yang dikatakan. Indonesia masih tetap utang, dan bahkan terkesan ‘sangat patuh’ terhadap lembaga-lembaga tersebut. Hal ini terlihat dari kenaikan harga BBM pada Maret lalu yang terindikasi adanya campur tangan lembaga-lembaga tersebut.

Freeport akan Lanjutkan ‘Penjarahan’

Pemerintah memberi sinyal bakal memperpanjang izin ekspor PT Freeport Indonesia yang akan berakhir pada 25 Juli 2015 mendatang. Namun, pemerintah masih menunggu komitmen Freeport untuk menyiapkan dana pembangunan smelter sebesar USD 80 juta. (merdeka.com)

Kendati begitu, pemerintah sudah memberi sinyal kepada Freeport terkait keputusan perpanjangan kontrak tersebut. Kata Sudirman, berbagai permintaan pemerintah kepada perusahaan tambang AS selama ini menjadi buktinya. “Mengenai sinyalnya mau ke mana (diperpanjang atau tidak kontrak Freeport) sudah jelas semuanya. Kalau Freeport diminta bangun smelter, kalau Freeport diminta menyiapkan pembangkit listrik di Papua, di Timika, kalau Freeport diminta lakukan local content itu artinya sinyal silakan Freeport investasi terus,” kata dia. (kompas.com)

Terkait dengan Freeport yang juga akan memperpanjang kontraknya, menjadi tolak ukur, bahwa pemerintah masih bermanis muka terhadap asing. Masih memberikan kesempatan demi kesempatan dalam kesempitan bangsa ini. Jika benar hal ini terjadi maka akan menjadi kerugian bagi bangsa ini. PT Freeport sengaja “menyandera” pembangunan smelter untuk mendapat kepastian perpanjangan izin. Bagaimana tidak, sudah beberapa kali pihak Freeport sendiri yang tidak menepati janjinya, termasuk pemangunan smelter.

Dalam Islam, Negara Wajib Mengelola

Kalau kita lihat kondisi Indonesia dengan segala yang ada, yang telah Allah karuniakan, tentu kita bertanya, “kenapa harus utang?”. Coba kita lihat kekayaan alam kita dari sabang hingga merauke, apakah tidak cukup untuk menghidupi negeri ini. Bahkan subsidi BBM pun tidak sanggup, hingga mengatakan membebani APBN. Utang penuh dengan bunga, haram hukumnya malah tidak dianggap menjadi beban.

Salah satu perintah syari’at yang saat ini sedang dilanggar, dan telah nampak nyata kerusakan akibat pelanggarannya, adalah perintah berkaitan dengan pengelolaan kepemilikan umum. Dari Ibnu al-Mutawakkil bin ‘Abdul-Madân, dari Abyadl bin Hammal r.a, bahwasanya ia berkata:

“Sesungguhnya dia (Abyadl bin Hammâl) mendatangi Rasulullah saw, dan meminta beliau saw agar memberikan tambang garam kepadanya. Ibnu al-Mutawakkil berkata,”Yakni tambang garam yang ada di daerah Ma’rib.” Nabi saw pun memberikan tambang itu kepadanya. Ketika, Abyad bin Hamal ra telah pergi, ada seorang laki-laki yang ada di majelis itu berkata, “Tahukan Anda, apa yang telah Anda berikat kepadanya?Sesungguhnya, Anda telah memberikan kepadanya sesuatu yang seperti air mengalir”. Ibnu al-Mutawakkil berkata, “Lalu Rasulullah saw mencabut kembali pemberian tambang garam itu darinya (Abyadl bin Hammâl)”. (HR Abu Dawud, at-Tirmidzi, Ibn Majah, Ibn Hibban).

Hadits tersebut (riwayat dari Abyadl bin Hammal) merupakan dalil bahwa sesungguhnya tambang merupakan bagian dari kepemilikan umum, dan tidak boleh dijadikan sebagai kepemilikan individu (ataupun swasta).

Mari kembalikan pengelolaan tambang dan sumberdaya alam lainnya dengan aturan yang bersumber dari Allah SWT yaitu Al Quran dan As Sunnah, yang telah Rasulullah SAW contohkan dalam sebuah daulah islam. Sehingga bukan hanya umat muslim, tapi juga Insyaallah umat non-muslim akan sejahtera dengannya (daulah islam). []

Wallahu’alam bishawab.

Melalui tulisan ini, kami ingin menyampaikan bela sungkawa kepada saudara muslim di Tolikara atas peristiwa pembakaran Masjid Baitul Muttaqin di Kab. Tolikara, Papua. Peristiwa yang terjadi satu minggu yang lalu saat umat seluruh islam merayakan Idul Fitri 1436 H, merayakan hari kemenangan. Sungguh berita yang tidak kami harapkan terjadi, dan semoga tidak terulang kembali.

KORDA BKLDK Semarang Raya

Septian Wahyu Rahmanto

085713125020

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Peran Ulama Dalam Membela Kemuliaan Al Quran

Peran Ulama dalam Membela Kemuliaan Al Quran Oleh : Tatang Hidayat *) Akhir-akhir ini, negeri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *