BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Download / Buletin / Islam Menjamin Kebutuhan Ekonomi Perempuan

Islam Menjamin Kebutuhan Ekonomi Perempuan

Perempuan, memang tidak ada habisnya jika kita membahas makhluk Allah yang satu ini. Mulai dari kehidupan pribadinya seperti fashion dan lifestyle, sampai kehidupan publik seperti politik. Hingga saat ini, perempuan semakin aktif berkecimpung dalam kehidupan bermasyarakat, dengan dalih untuk mencapai kesejahteraan. Lalu bagaimana sebenarnya kesejahteraan perempuan sendiri?

Pada saat ini, salah satu representasi dari upaya mencapai kesejahteraan perempuan dapat terlihat dari banyaknya para pekerja perempuan. Di era global ini, jumlah pekerja perempuan meningkat secara signifikan, termasuk di Indonesia. Fenomena ini terlihat sangat jelas pada tenaga kerja wanita (TKW). Dilansir suaramerdeka.com, sekitar 4,2 juta perempuan Indonesia atau sekitar 70 persen dari total 6 juta tenaga kerja Indonesia (TKI) bekerja sebagai TKW. Keadaan ekonomi yang sulit, lapangan kerja yang sempit dan tidak adanya akses terhadap permodalan, membuat banyak perempuan Indonesia terpaksa menjadi TKW. Hanya segelintir dari mereka yang memiliki bekal pendidikan dan keterampilan memadai. Sementara itu, sejumlah besar lainnya tak punya banyak pilihan selain bekerja di sektor informal sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Ironisnya, keadaan ini sering kali bertolak belakang dengan kesejahteraan dan perlindungan yang mereka dapatkan. Di dalam negeri sendiri, masih sangat banyak pekerja buruh adalah para perempuan yang tidak sedikit sudah berumah tangga. Walhasil mereka lebih sibuk mencari uang untuk keluarga dibandingkan dengan menjadi seorang ibu dan manager  rumah tangga yang sesuai dengan fitrahnya.

Sebenarnya bagaimana Islam memandang fenomena ini? Islam tidak melarang perempuan bekerja, namun Islam mencegah kondisi-kondisi yang memaksa perempuan untuk bekerja. Karena islam memiliki seperangkat aturan dan mekanisme pengaturan ekonomi yang memberikan jaminan bagi perekonomian perempuan.

Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok berupa sandang, pangan dan papan, diberikan oleh negara dengan mekanisme tidak langsung. Sesuai ketentuan syariah Islam dalam hal ini, negara akan menempuh tiga strategi kebijakan: Pertama, Islam menetapkan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan pokok individu berupa sandang, papan dan pangan kepada individu dengan cara mewajibkan setiap pria yang baligh, berakal dan mampu, untuk bekerja. Tidak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga berkewajiban untuk memenuhi kebutuhan orang yang menjadi tanggungannya, seperti anak, istri, ibu, bapak dan saudaranya. Dalam hal ini negara wajib menyediakan lapangan kerja yang halal seluas-luasnya dan menutup lapangan kerja dan transaksi bisnis yang haram serta membangun iklim yang kondusif untuk berkembangnya usaha dan investasi yang halal. Dengan kebijakan ini, tentu para perempuan –baik ia sebagai anak, istri, maupun ibu– akan terlindungi dari keras dan suitnya mencari nafkah, karena kewajiban itu telah dibebankan kepada para lelaki.

Kedua:Jika individu tersebut –termasuk perempuan– tidak mampu dan tidak bisa memenuhi kebutuhannya dan orang-orang yang menjadi tanggungannya, maka beban tersebut dibebankan kepada ahli waris dan kerabat dekatnya. Dalilnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw. “Barangsiapa (mati) meninggalkan harta, maka bagi ahli warisnya, dan barangsiapa meninggalkan hutang atau tanggungan, maka hutang dan tanggungan itu merupakan kewajiban kami.”(HR Abu Dawud).

Ketiga: Jika dengan strategi kedua kebutuhan pokok itu belum juga terpenuhi, beban tersebut beralih ke negara. Negara wajib menanggung pemenuhan kebutuhan pokok orang tersebut menggunakan harta yang ada di kas Baitul Mal, termasuk harta zakat.

Nabi Saw. Bersabda, “Aku lebih utama dibandingkan orang-orang beriman daripada diri mereka, siapa yang meninggalkan harta maka bagi keluarganya, dan siapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan keluarga, maka datanglah kepadaku, dan menjadi kewajibanku.” (HR. Ibnu Hibban).

Sedangkan untuk jaminan pemenuhan kebutuhan dasar rakyat secara umum berupa pendidikan, kesehatan dan keamanan, maka negara memenuhinya secara langsung. Negara wajib menyediakan layanan pendidikan, kesehatan dan keamanan sebagaimana yang dibutuhkan rakyat, termasuk bagi para perempuan. Jika negara tidak mempunyai dana, maka negara bisa mengambil dharibah dari kaum Muslim yang kaya, atau berutang–yang dibolehkan oleh syariah. Pungutan dharibah ini bersifat sementara yaitu ketika kas di Baitul Mal kurang atau tidak ada, dan dalam jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan itu, tidak lebih.

Dengan pengaturan ekonomi Islam ini, tentu seluruh elemen masyarakat termasuk para perempuan akan terjamin kesejahteraannya. Tidak akan ada lagi para tenaga kerja wanita baik di dalam negeri maupun yang dikirim ke luar negeri. Tidak akan ada lagi wanita karir yang melupakan fitrah dasarnya. Hanya Islam yang mampu memberikan kesejahteraan hakiki bagi perempuan, tanpa menggerus fitrah dasar perempuan sebagai ummu wa rabbatul bait dan ummu ajyal. Perempuan tidak perlu risau lagi dalam kesejahteraannya, ia akhirnya bisa fokus menjalankan tugas dan perannya sebagai pencetak generasi dan pengelola rumah tangga.

Sahabat, Islam telah memberikan aturan sekaligus solusi dalam setiap perkara, tinggal kita sebagai Muslim bersedia atau tidak mengambil serta menerapkannya. Peraturan dari Allah tentu akan membawa pada kemaslahatan dan kesejahteraan, namun yang paling utama adalah membawa pada ridho dan berkah Allah Swt.

Wa Allahu a’lam bi ash-shawab

Yuk Komentar!

Komentarmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *