BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Tsaqofah / Alquran dan Hadits / Inspirasi Hadits : Kewajiban Adanya Khilafah

Inspirasi Hadits : Kewajiban Adanya Khilafah

3Sumber : khilafah.com

مَنْ خَلَعَ يَدًا مِنْ طَاعَةٍ لَقِيَ اللهَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ حُجَّةً لَهُ وَ مَنْ مَاتَ وَ لَيْسَ فِيْ عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً

Abdullah bin Umar berkata aku mendengar Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan (kepada seorang khalifah), ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujjah, dan siapa saja yang mati sedang di pundaknya tidak terdapat baiat, maka ia mati seperti kematian jahiliyah (HR. Muslim, Ahmad)

✏️Hadis ini juga diriwayatkan di dalam Shahîh Ibn Hibbân; Mustadrak ‘ala Shahihain Al-Hakim; Mu’jam al-Ausath li Thabarani; Mu’jam Al-Kubra li Thabarani; Sunan al-Kubrâ al-Bayhaqî; Mustakhraj Abu ‘Uwanah; Musnad Asy-Syihab; Musnad Abi Ya’la al-Mûshili; dan di dalam as-Sunah li Ibn Abi ‘Ashim.

✏️Berdasarkan jumlah rawi, termasuk hadits ahad, karena tidak memenuhi ciri-ciri sebagai hadits mutawatir

✏️Berdasarkan matan, khususnya dari segi bentuk matan, termasuk hadits qauli (ucapan). Dari segi idhafah matan, termasuk hadits marfu’ (idhafah pada Nabi), dan karena tanda bentuk dan idhafahnya eksplisit maka disebut haqiqi

✏️Berdasarkan sanad, termasuk hadits muttashil (bersambung).

✏️Berdasarkan kualitasnya, hadits tersebut masuk ke dalam hadits maqbul (diterima sebagai hujjah) dengan kategori shahih.

✏️Kalimat “Siapa saja yang melepaskan tangan dari ketaatan (kepada seorang khalifah), ia akan menjumpai Allah pada hari kiamat kelak tanpa memiliki hujjah” menurut imam an-Nawawi dalam Syarh Shahîh Muslim maknannya adalah tidak ada hujjah di dalam perbuatannya dan tidak ada udzur untuk membantunya.

✏️ Hadits ini masuk dalam sub bab untuk mengikuti jama’ah kaum muslimin (al-khilafah) ketika terjadi fitnah, sedangkan hari ini khilafah tidak ada, maka sebagaimana kaidah “maa laa yatimul wajib illa bihi fahuwa wajib (suatu kewajiban tidak akan bisa terlaksana sebelum adanya sesuatu, maka mengadakan sesuatu itu menjadi wajib). Maka menegakkan khilafah agar kaum muslim bisa merealisasikan ketaatan (konsekuensi bai’at) kpd khalifah adalah wajib.

✏️”Bai’at” adalah aqad penyerahan kekuasaan dari umat kepada imam (khalifah). Ibnu Khaldun dalam kitabnya, Al Muqadimah fashl ma’na al-bay’at: ”Bai’at ialah janji untuk taat. Seakan-akan orang yang berbai’at itu berjanji kepada pemimpinnya untuk menyerahkan kepadanya segala urusan dirinya dan urusan kaum muslimin menurut pandangannya, sedikitpun tanpa menentangnya; serta taat kepada perintah yang diberikan kepadanya dari pemimpinnya, baik suka maupun tidak.”

✏️Ungkapan, “maata miitatan jahiliyyah”, sebagaimana dijelaskan oleh imam asy-Syaukani dalam Nailul Authar: Dan yang dimaksud dengan miitatan jahiliyah dengan huruf ‘mim’ yang dikasrahkan adalah dia mati seperti matinya ahli jahiliyah yang tersesat, dimana ia tidak mempunyai imam yang ditaati karena mereka tidak mengetahui hal itu, dan bukanlah yang dimaksud mati dalam keadaan kafir tetapi mati sebagai orang yang bermaksiyat.

✏️ Kesimpulan, kaum muslimin wajib mengangkat seorang khalifah (yang berarti menegakkan khilafah), karena hanya dengan itu kewajiban adanya baiat di pundaknya terealisasi. Wallahu’alam.

Sumber : http://telegram.me/majeliskajianhadits

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Tata Cara Sholat Jamak dan Qashar (1)

ADAKALANYA dalam beberapa waktu kita mengadakan perjalanan jauh, misalnya karyawisata, bersilaturahmi, atau keperluan lainnya. Terkadang ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *