BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Agenda / Ar Rijal / Reportase Ar Rijal / Indonesia Belum Meraih Kemerdekaan Hakiki

Indonesia Belum Meraih Kemerdekaan Hakiki

11873919_1076995988977130_1456960326_n

Kalamedia, Bandung – “Indonesia seperti tidak serius menjadi sebuah negara. Lihat saja, bagaimana permasalahan di setiap hari kemerdekaan dirayakan selalu sama. Seolah tidak ada perbaikan dan usaha menjadi sebuah negara yang sejahtera. Bahkan tidak sedikit daerah yang melepaskan diri dan berdaulat sendiri atau menjadi bagian negara lain. Lihatlah Romawi, mereka adalah negara yang serius, sehingga wajar kekuasaannya semakin meluas. Lihat pula Daulah Islam baik di zaman Rasulullah maupun para sahabat, kekuasaannya terus menerus meluas. Kenapa? Karena mereka adalah negara yang serius,” ungkap Aif, Ketua Umum Kalam UPI, pada Program Diskusi Mahasiswa RRI Pro 2 96.0 FM pada senin (17/8).

Menurutnya, secara fisik Indonesia memang sudah merdeka. Namun, kemerdekaan yang diraih bukanlah kemerdekaan hakiki. Ketidakseriusan Indonesia pun bisa dilihat dengan pengambilan sumber hukum yang masih mengikuti Hukum Belanda.

Turut hadir Zulkepli dari Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus Bandung Raya. Dia sepakat bahwa Indonesia saat ini masih belum meraih kemerdekaan yang hakiki. “Dalam penyusunan peraturan perundang-undangan saja, tekanan dan intervensi asing masih sangat besar. Bagaimana mungkin mau disebut merdeka?”

Ada begitu banyak permasalahan di negeri ini dan perlu waktu yang banyak untuk menjabarkannya. Namun, bila kita melihatnya dengan seksama. Kita akan melihat bahwa semua permasalahan ini bersumber dari satu pohon yang sama, yakni Kapitalisme.

“Secara tidak sadar, sekalipun yang digaung-gaungkan adalah pancasila, negeri kita menganut sistem Kapitalisme. Kita bisa melihat dari berbagai kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah begitu sarat dengan kapitalis.,” tambahnya.

Terakhir, Zulkepli menuturkan bahwa baginya sebagai seorang muslim yang meyakini Islam sebagai sebuah sistem kehidupan. Maka ia akan memperjuangkan Islam sebagai solusi bagi permasalahan negeri ini. Pun seharusnya seluruh umat Islam, ikut berkontribusi untuk mewujudkan kehidupan Islam. [] ra/kalamedia

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

KALAM UPI Sambut Mahasiswa Baru UPI 2016 Selama PMB UPI SNMPTN – SBMPTN – SM UPI

KALAM UPI Sambut Mahasiswa Baru UPI 2016 Selama PMB UPI SNMPTN – SBMPTN – SM ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *