BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Pendidikan / Keluarga dan Masyarakat / Full Day School vs Full Day Ummi

Full Day School vs Full Day Ummi

alone-school_00320515
Oleh : Rifan Abdul Azis – Staff Departmen Penerangan KALAM UPI

Syair arab yang sangat indah mengatakan : “Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Sungguh di kehidupan kapitalis yang sangat gersang sekarang ini apa yang baik dan buruk hanya dihitung berdasarkan hitungan-hitungan angka. Kaya-raya dipandang baik walau hasil dari ngepet. Jabatan tinggi dipandang baik walau hasil dari nitip. Jam sekolah disangka baik kalau dari terbit matahari sampai terbenam matahari, padahal tidak ada esensinya sama sekali sampai-sampai murid harus bermimpi tentang tugas sekolahnya.

Mentri Pendidikan baru Muhajjar Effendy menuai kontroversi dengan isu full day schooli dengan isu full day schoolnya di tengah-tengah himpitan ekonomi rakyat Indonesia yang semakin terhimpit karena pemerintah yang menjadi budak kapitalis lebih sibuk memikirkan perut-perut dan syahwat kapitalis sampai-sampai membuat tax amnesty dan mengganti mentri-mentri agar proyek kereta cepat yang menggadaikan BUMN lancar jaya aman sentausa.

Apakah tidak menjadi bahan pelajaran dikala generasi-generasi sekarang yang semakin hedon, durhaka, dan matrealistik ini karena disebabkan oleh sistem pendidikan yang sekuler yang sama sekali tidak memanusiakan manusia? Pelajaran agama hanya seminggu sekali itupun berdasarkan sudut pandang para orientalis Barat dengan pemikiran sekulernya juga.

Menyakitkan memang melihat dunia pendidikan sekarang, masa anak-anak udah main gitu-gituan, dimana mereka belajarnya? Masa di TV ada sinetron anak SMP udah pacar-pacaran? Sungguh kejam sekali media yang menyiarkan itu dan pemerintah yang meng acc-nya dengan hanya memikirkan rating dan hitung-hitungan untung rugi materi tanpa memikirkan hal-hal lainnya.

Dan yang paling parah adalah para ibu yang harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Tidak dapat dipungkiri kapitalisme memang telah menjadikan perempuan yang sangat dihormati kemuliaannya dalam agama Islam hanya sebagai objek ekonomi dengan propaganda kesetaraan gandernya. Lihat saja di mall-mall itu mau jualan motor apa jualan perempuan? Masa sampai harus mencoreng kehormatan SPGnya dengan memaksa mereka memakai pakaian yang bila dilihat seperti telanjang.

Dalam Islam hukum asal seorang perempuan adalah ibu dan pengatur rumah tangga. Perempuan merupakan kehormatan yang wajib dijaga. Walau memang perempaun tidak dilarang bekerja. Namun itu (bekerja) bukanlah hal yang utama, hal yang utama bagi perempuan adalah menjadi ibu yang mendidik anak-anaknya dan mengatur urusan rumah tangga. Walau hal ini sepertinya tidak terperhatikan lagi sekarang. Namun harapan pasti akan selalu ada, yang diawali dengan kesadaran.

Sungguh sebuah kesalahan yang sangat fatal bila orang tua mempercayakan pendidikan anaknya kepada selain diri mereka sendiri. Akibatnya lihatlah sekarang, hubungan orang tua dengan anaknya terkadang tidak lebih hanya hubungan transaksional saja. Orang tua meremehkan anak dan anak tidak hormat kepada orang tua. Orang tua merasa berjasa karena menyekolahkan anaknya tinggi-tinggi tapi orang tua tersebut tidak pernah mengajarkan anaknya apa-apa sehingga anaknya menjadi durhaka kepadanya dan yang parah seperti yang di singapura sampai diusir orang tuanya. Atau yang parah juga adalah yang menitipkan orang tuanya ke panti jompo karena tak mau repot ngurus orang tuanya. Sungguh hina sekali peradaban kapitalisme ini!

Dan hal seperti itu malah mau dilestarikan lagi dengan adanya full day school? Full day school akan membuat jarak antara orangtua dan anak semakin renggang, dan ini adalah kondisi yang sangat amat buruk sekali. Jangan heran kalau nanti anak (SD-SMP) tidak pernah menyapa lagi orang tuanya. Dan mereka berkeliaran malam hari nongkrong di kafe-kafe untuk menghilangkan jenuh.

Saran saya untuk para Ibu, Demi Allah! ini adalah saran dari hati saya yang paling dalam karena saat kecil Ibu bapa saya bekerja. Walau Alhamdulillah Ibu saya di PHK dari perusahaan tempat kerjanya saat saya kelas tiga SD. Saya ingat sekali itu adalah hari yang paling membahagiakan dalam hidup saya karena pulang sekolah saya bisa melihat ibu saya, sebelumnya saya hanya bisa melihat fotonya saja.

Untuk para Ibu didiklah anak-anak anda, ajari anak-anak anda membaca, ajari anak-anak anda bicara, ajari anak-anak anda menulis, dan ajari anak-anak anda hal bermanfaat lainnya. Luangkanlah waktu yang tersistematis dan rancanglah kurikulum yang sistematis pula untuk mengajari anak-anak anda tercinta. Dan niatkan dari hati yang paling dalam kalau anda melakukan itu semata-mata agar Allah ridha kepada anda dan anak anda menjadi anak yang cerdas berkepribadian.

Dan yang paling penting adalah ajari anak-anak anda agama (Islam), anda tidak paham agama? Belajarlah, sungguh-sungguhlah dalam belajar, bersusah payahlah, bersabarlah. Lalu setelah paham ajarilah anak anda dengan penuh kelembutan dan kesabaran agar anak anda berkepribadian Islam dan penuh hormat kepada anda, dan andapun menghormati anak anda. Sungguh anda tidak akan menyesal melakukan semua itu walau anda harus meninggalkan atau mengurangi pekerjaan luar rumah anda yang sebenarnya membuat hidup anda sesak.

Dan untuk para ayah dukunglah istri anda untuk mendidik secara langsung anak-anak anda walaupun sudah ada sekolah formal, ini karena pendidikan oleh Ibu jauh lebih tinggi dan mulia. Pendidikan oleh ibu bukan hanya transfer ilmu seperti pendidikan di sekolah formal. Tapi juga transfer akhlak, transfer semangat, transfer kasih sayang, transfer kepribadian dan itulah sebenar-benarnya pendidikan.

Dan untuk semuanya doakanlah saya dan yang lainnya untuk terus berjuang menegakkan agama Islam ini di dalam setiap sendi kehidupan, dukunglah saya bahkan ikutlah berjuang berjamaah bersama saya, tanpa kekerasan. Insya Allah dengan pertolongan Allah bila Islam tegak sistem pendidikan sekuler yang hina ini akan diganti dengan sistem pendidikan Islam yang mulia dan menjadi rahmat bagi semesta Alam.

“Al-ummu madrasatul ula, iza a’dadtaha a’dadta sya’ban thayyibal a’raq.” Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Anda Ingin Istri yang Penuh Berkah? Inilah 3 Cirinya

Anda seorang laki-laki yang shalih yang sedang mencari istri yang penuh keberkahan? Rasulullah memberikan tiga ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *