BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Download / Buletin / Buletin KALAMedia Edisi Maret 2015

Buletin KALAMedia Edisi Maret 2015

10389274_941146412571642_7928759550901522945_n

Menjadi Muslim Prestatif, Why Not?

PRESTASI. Apa yang sahabat bayangkan ketika mendengar kata ‘prestasi’? Emm.. Mungkin ada yang langsung membayangkannya dengan piala yang banyak, ratusan piagam penghargaan, puluhan medali emas, dan lain sebagainya. Siapa sih yang tidak mau menjadi manusia berprestasi? Semua orang pasti ada keinginan akan hal itu.

Tapi, sebenarnya prestasi itu apa sih? Mari kita lihat definisinya dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Ternyata prestasi merupakan hasil yang telah dicapai. Dan makna dari berprestasi berarti mempunyai prestasi dalam suatu hal (dari yang telah dilakukan).

Nah, berbicara soal prestasi apakah sahabat sudah tahu kabar tentang alumnus Universitas Indonesia (UI) yang meminta untuk disuntik mati? Ya, dialah Ignatius Ryan Tumiwa, pria yang minta disuntik mati karena depresi. Padahal, ia memiliki nilai indeks prestasi komulatif (IPK) yang cukup memuaskan, yakni 3,37. Tidak hanya itu, para artis-artis yang sudah sukses pun banyak yang mengakhiri hidupnya dengan narkoba juga bunuh diri.
Ternyata saat kita lihat prestasi kebanyakan orang, tidak sedikit diantara mereka yang justru hanya berhasil dalam hal duniawinya saja. Sedangkan dalam urusan agamanya justru terabaikan. Padahal, semakin tingginya ilmu berarti ketaatan terhadap Allah seharusnya meningkat pula, kan? Tapi, fakta yang ada tidak demikian. Walhasil banyak yang depresi, dan memilih mati dengan cara bunuh diri.

Sangat miris memang, ketika kita hebat dalam urusan dunia namun melupakan urusan akhirat. Islam sesungguhnya sangat memuliakan manusia yang bersemangat menuntut ilmu. Dan Allah selalu memberikan tempat yang terbaik bagi mereka yang beriman dan berilmu. Sebagaimana Allah berfirman: “Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majelis,” Maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu,” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujadilah: 11).

Sahabat, dalam Islam ilmu yang dimiliki harus mampu mengantarkan kita menjadi sosok cerdas yang mampu mengambil sikap atas setiap permasalahan yang dihadapi. Begitu juga dengan proses pencapaian menjadi orang berprestasi pun harus diperhatikan karena akan menjadi objek penilaian Allah. Apakah nilai yang kita dapatkan ini hasil dari usaha belajar, ataukah justru kita mendapatkannya dengan cara yang tidak syar’i. Contohnya dengan berbuat curang seperti menyontek, dan lain sebagainya. Hati-hati, perbuatan curang itu sangat dilarang oleh Allah. Sebagaimana firman Allah: “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang.”(QS. Al-Muthaffifin: 1).

Na’udzubillahi min dzalik.. semoga kita dihindarkan dari perbuatan yang Allah benci. Aamiin.

10441447_941146409238309_8232228066141009817_n

Sahabat, ilmu yang kita miliki juga harus bisa bermanfaat bagi yang lain. Apalagi ilmu Islam. Setiap ilmu yang kita dapat penting bagi kita untuk menyebarkannya pada yang lainnya. Soo.. kesimpulannya, mahasiswa yang prestatif itu adalah mahasiswa yang pintar, cerdas, syar’i dan inspiratif.

Salah satu sosok berprestasi adalah kisah Asma’ binti Yazid bin As-Sakan. Kenal? Beliau merupakan seorang wanita ahli hadits, mujahidah yang agung, cerdas, taat beragama, dan ahli pidato sehingga ia digelari orator wanita. Begitupun dengan Maryam Ijliya al-Asturlabi, seorang perempuan astronom yang dijuluki “al-Asturlabi” karena memiliki kontribusi luar biasa dalam pengembangan Astrolab (sebuah alat penting dalam navigasi astronomis). Ya, Mereka sosok luar biasa yang berilmu dan beriman kepada Allah, taat kepada Allah, sehingga karya-karya yang dihasilkan pun semata-mata untuk Allah, karena Allah, bukanuntuk kepuasan diri sendiri. Karya-karya yang disandarkan pada ketakwaan kepada Allah itu akhirnya membawa kemaslahatan bagi ummat, bahkan hingga saat ini.

Nah, sahabat pastinya kita juga bisa menjadi Muslim Prestatif seperti mereka, asalkan mau menjalankan langkah-langkah berikut:
1. Mempelajari agama (tsaqofah Islam) dan ilmu dengan sebaik-baiknya;
2. Bertakwa kepada Allah;
3. Mengamalkan tsaqofah dan ilmu yang didapat;
4. Memenuhi dalam 5 ‘ah’ yaitu Kafaah (ahli di suatu bidang tertentu), Himmah (Semangat dan gairah atas kesadaran/pemahaman), Amanah (integritas, kepribadian dan sikap Islam), Dakwah (Menyebarkan tsaqofah dan ilmunya kepada yg lain), dan Jamaah (berorganisasi dalam wadah yang shahih, menambah pengalaman dan life skill).

So sahabat, momen UTS pun telah datang, Yuk coba amalkan langkah-langkah muslim prestatif itu karena ketahuilah sahabat, bahwa sesungguhnya Allah menilai dari cara kita mendapatkannya, bukan pada hasil yang besar namun dengan cara yang curang. Yuk, katakan tidak pada perbuatan curang! Semoga Allah memudahkan langkah kita untuk menggapai ridha-Nya. Aamiin.

Yuk Komentar!

Komentarmu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *