BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Opini dan Analisis / Amanah Mulia Yang Wajib DIketahui Mahasiswa

Amanah Mulia Yang Wajib DIketahui Mahasiswa

Mahasiswa,… sudah lama kita menanti-nantikan masa ini. Sebuah masa yang bahkan tidak semua orang bisa merasakannya, tapi Allah berikan kita kesempatan. Dan akhirnya saat ini kita berada pada titik dimana kita sudah ‘Maha-siswa’. Menjadi mahasiswa tidak berarti selesai sampai disini, tapi kita berdiri di depan untuk mengemban sebuah amanah. Amanah apa? Mengapa disebut amanah? Pentingkah amanah ini?

Sabar kawan… Pertama, mari kita kembali menengok sejarah yang luar biasa dari yang namanya mahasiswa. Dimulai dari peran mahasiswa dalam mengusung dan mendorong agar Indonesia cepat merdeka, dengan disegerakannya proklamasi oleh presiden RI yang pertama Ir. Soekarno. Lanjut, peran mahasiswa kembali muncul tatkala pada Rezim Soekarno terjadi kedzaliman, maka rezim saat itu dijatuhkan oleh mahasiswa dan berganti Era Orde Lama ke Orde Baru. Orde Baru di bawah pimpinan Rezim Soeharto pun tidak semulus yang diharapkan dalam pemerintahannya. Memerintah dengan gaya diktator, dan kondisi rakyat yang terdzalimi, membuat mahasiswa kembali turun untuk melengserkan rezim yang sudah 32 tahun berkuasa. Akhirnya Era Orde Baru pun tumbang di tangan mahasiswa, dan bergantilah Era Reformasi hingga saat ini.

Jika kita melihat peran mahasiswa dulu, luar biasa semangatnya dalam mengkritik dan memerangi kedzaliman para penguasa. Sikap mahasiswa yang kritis dan intelektual menjadikan mereka dinobatkan sebagai agent of change, social control and iron stock. Sebuah gelar yang diberikan kepada mahasiswa, dan yang memberikan itu adalah rakyat atau bangsa ini. Bayangkan, sebuah negeri bisa berubah total gara-gara mahasiswa. Berkat peran mahasiswa, Reformasi berjalan di negeri ini sampai saat ini kita ada. Tapi ternyata semangat saja tidak cukup, karena mereka tidak punya Ideologi yang shahih untuk diperjuangkan.

Hingga saat ini, sebuah hadiah berupa Reformasi yang ada di negeri ini justru menjadi sebuah ironi tersendiri. Bagaimana tidak, ternyata Reformasi ini tidak memberikan dampak yang berarti terhadap bangsa ini. Reformasi yang diharapkan ternyata hanya ilusi. Bangsa yang besar ini, ternyata justru tertindas dan terluka di negeri sendiri. Pergantian pemimpin pun sudah beberapa kali terjadi. Mulai dari seorang Insinyur, Jendral, Profesor Doktor, Kiai Haji, hingga yang katanya Nasionalis Sejati pernah dicicipi. Tapi tidak ada perubahan yang berarti, karena pergantian pemimpin saja tidak cukup, pemimpin itu penting, tetapi dengan apa dia memimpin jauh lebih penting. Maka sudah saatnya bagi negeri ini untuk tidak hanya sekedar peduli pada ganti pemimpin saja, melainkan juga peduli pada sistem yang shahih untuk negeri ini, karena kita tidak hanya butuh pemimpin yang amanah tapi juga sistem kepemimpinan yang amanah.

Negeri ini adalah karunia yang luar biasa dari Allah SWT bagi bangsa ini. Negeri yang dijuluki zamrud khatulistiwa. Negeri dengan beraneka ragam budayanya. Salah satu negeri mayoritas muslim terbesar di dunia. Tapi kebanyakan, justru pemberian Allah ini tidak disyukuri dan dihargai. Saat ini kita dijajah bahkan oleh penguasa sendiri, dan juga tangan-tangan asing yang tersembunyi. Pertanyaannya, “Apakah kita hanya bisa meratapi, menangisi, segala kedzaliman yang terjadi di negeri Indonesiaku ini?”

Tidak kawan…

Ternyata kondisi saat ini sudah diprediksi oleh sang Nabi, Rasulullah SAW jauh-jauh hari.

“… , Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya, …”. (HR Ahmad dan Al-Bazar)

Hari ini adalah kondisi seperti apa yang Rasulullah SAW katakan, dan benar terjadi. Problematika ummat yang terjadi dan juga kacau balaunya negeri ini adalah dampak dari pemimpin dan sistem kepemimpinan yang dzalim dan diktator. Maka bukan waktunya bagi kita untuk meratapi, tapi berjuang untuk menegakkan kembali kebaikan bagi ummat ini. Tapi apa yang harus kita suarakan? Apa yang harus kita perjuangkan?

Tenang, jawabannya ada pada akhir hadits diatas, Rasulullah SAW memberikan janji (Bisyarah)nya pada kita, “…, Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” Beliau kemudian diam.” (HR Ahmad dan Al-Bazar)

Inilah amanah yang kami maksud, amanah baru untuk segera mahasiswa ambil bagian dalam memperjuangkannnya. Amanah yang juga diemban oleh Rasulullah dan para Sahabatnya yang mulia. Ya, amanah itu adalah amanah dakwah, untuk mengembalikan Khilafah Islamiyah.

Islam bukan hanya agama semata, tapi juga solusi nyata atas problematika manusia. Islam adalah ideologi yang sempurna yang mampu mengatur urusan manusia yang satu dengan lainnya.

Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dialah yang telah mengutus rasul-Nya dengan petunjuk dan agama yang benar untuk dimenangkan di atas seluruh agama…” (QS. Al-Fath: 28). 

Tidakkah Anda mahasiswa tergiur dengan kepastian ini?, kepastian yang merupakan janji Allah dan RasulNya.

Maka, sudah saatnya mahasiswa mengambil peran besar, dan peran yang mulia ini dalam mengembalikan Islam yang akan menjadi solusi bagi bangsa ini. Karena tidak ada solusi selain Islam (Khilafah Islamiyah), dan karena ini adalah janji Allah dan RasulNya. Mari jadikan label mahasiswa kita bukan hanya untuk kepentingan dunia tapi juga untuk menggapai surgaNya. Dan ini adalah suatu kepastian, tinggal waktu yang akan membuktikan.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (QS. Muhammad : 7)

Hafizhanallah wa hadaanallah

Septian Wahyu R (BKLDK Semarang)

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Peran Ulama Dalam Membela Kemuliaan Al Quran

Peran Ulama dalam Membela Kemuliaan Al Quran Oleh : Tatang Hidayat *) Akhir-akhir ini, negeri ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *