BIGtheme.net http://bigtheme.net/ecommerce/opencart OpenCart Templates
Breaking News
Home / Inspirasi / Ada apa dibalik Kisah Topi Kerucut?

Ada apa dibalik Kisah Topi Kerucut?

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban atas semua perbuatan yang telah dilakukan di dunia ini. Maka dari itu,  sebagai seorang Muslim, kita diwajibkan untuk menuntut ilmu agama, khususnya yang berkaitan dengan ilmu yang menyangkut aktifitas keseharian kita.

Menjadi wajib bagi kita sebagai Muslim untuk mengetahui hukum dari setiap perbuatan yang kita lakukan. Termasuk mengetahui, apakah ikut merayakan tahun baru Masehi dibolehkan dalam Islam atau tidak? Oleh karena itu, menuntut ilmu agama terkait dengan keseharian kita menjadi wajib. Karena setiap perbuatan atau aktifitas yang kita lakukan akan selalu terikat dengan hukum Islam.

topi kerucut

Bicara tentang tahun baru Masehi, tidak lepas kiranya dari perayaan menyambut pergantian tahun. Perayaan ini biasanya di adakan di pusat kota dan tempat-tempat ramai lainnya. Tidak hanya di kota, di desapun anak mudanya juga ikut merayakan tahun baru. Mereka melakukan pesta menyambut pergantian tahun dengan bakar-bakar ikan, jagung, roti, dan sebagainya.

Dalam perayaan tahun baru masehi ini, biasanya orang-orang yang ikut merayakan meggunakan topi kerucut. Tahukah teman-teman? Bahwa topi kerucut yang biasa dipakai pada saat perayaan ulang tahun dan tahun baru adalah topi dengan bentuk yang disebut dengan SANBENITO. Yakni topi yang digunakan untuk menandai seorang Muslim telah murtad di bawah penindasan Gereja Roma yang menerapkan inkuisisi Spanyol.

sanbenito-di-andalusiaSanbenito adalah tanda Muslim telah murtad. Pada waktu itu, ketika bangsa Frank yang beragama Kristen Trinitarian berhasil mengalahkan Negeri Muslim Andalusia di Spanyol. Mereka menangkapi, menyiksa, membunuh dengan sadis penduduk yang tidak mau tunduk pada mereka. Kristen Trinitarian membentuk lembaga yang bernama Inkuisisi. Sebuah lembaga dalam Gereja Katholik Roma yang bertugas melawan ajaran sesat, atau pengadilan seseorang yang didakwa bidat. Dalam hal ini yang dimaksud sesat atau bidat adalah Muslim.

Adalah sebuah pakaian yang diberi nama sanbenito, pakaian dan topi khas yang dipakaikan kepada tawanan Muslim yang telah menyerah dan mau conferso (confert/murtad). Pakaian ini untuk membedakan mereka (para converso) dengan orang-orang lain ketika berjalan di tempat-tempat umum di Andalusia yang saat itu telah takluk di tangan Ratu Isabella dan Raja Ferdinand.

Sanbenito adalah sebuah pakaian yang menandakan bahwa seorang muslim di Andalusia saat itu telah murtad. Bagaimana bentuk pakaian itu? Jubah dan topinya??

SANGAT IRONIS!

Kini, 6 abad setelah peristiwa yang sangat sadis tersebut berlalu, para remaja muslim, anak-anak muslim justru memakai pakaian sanbenito untuk merayakan tahun baru Masehi dan merayakan ulang tahun.

Meniup trompet-terompet ala topi sanbenito di saat pergantian tahun. Perayaan-perayaan yang sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah saw. yang justru nyata-nyata berasal dari kaum Kafir. Kaum yang telah merampas kejayaan Muslim Andalusia, dan menghancurkan sebuah peradaban maju Islam, Andalusia.

Astaghfirullah… Astaghfirullah…

Setelah kita tahu sejarah ini, apakah kita masih tega memakai sanbenito? Atau membiarkan anak-anak, adik-adik, sahabat-sahabat kita memakainya? padahal 6 abad yang lalu, sanbenito adalah pakaian tanda seorang MUSLIM TELAH MURTAD.

Sumber tulisan:
Buku Menyingkap Fitnah & Teror – Hj.Irena Handono

Yuk Komentar!

Komentarmu

Check Also

Inilah Sejarah Perayaan Hari Ibu Yang Harus Diketahui

Apa sih sejarah dan makna dari Hari Ibu, dan kenapa tanggal 22 desember ditetapkan sebagai ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *